Sukses

Presiden Jokowi Segera Umumkan Bos Baru Pertamina

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memberikan bocoran terkait rencana penunjukan Direktur Utama (Dirut) baru Pertamina. Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah mencopot Elia Masa Manik dari jabatan Dirut Pertamina dan saat ini kepemimpinan sementara (Plt) di Pertamina dijabat oleh Nicke Widyawati.

Luhut menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segera mengumumkan bos baru Pertamina. Namun, dia tidak menyebutkan secara spesifik kapan pengumuman tersebut akan dilaksanakan.

"Tunggu saja, nanti sebentar lagi Presiden putuskan," kata Menko Luhut, di kantornya, Jumat (20/7/2018).

Sebelumnya, Kementerian BUMN telah memberikan nama calon Direktur Utama Pertamina ke Presiden Jokowi. Saat ini posisi tersebut dijabat Pelaksana tugas Nicke Widyawati.

Deputi Bidang Pertambangan Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Harry Fajar Sampurno mengatakan, ada tiga nama calon Direktur Utama yang diajukan Menteri BUMN Rini Soemarno ke Presiden Jokowi.

"Sudah, tanya Bu Rini, ada tiga nama," kata Harry pada 13 Juli 2018.

Namun ketika ditanyakan terkait tiga nama yang diajukan sebagai calon orang nomor satu di Pertamina tersebut, Harry enggan menyebutkan. Dia mengarahkan untuk bertanya ke Rini Soemarno.

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

DPR Minta Dirut Pertamina yang Baru Penuhi Kriteria Ini

Sosok yang akan menggantikan Elia Massa sebagai Direktur Utama PT Pertamina masih menjadi teka teki hingga saat ini. Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut-sebut telah mengantongi sejumlah nama yang akan dipilih untuk menjadi orang nomor 1 di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) minyak dan gas (migas) tersebut.
 
Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mengakui untuk memilih sosok yang tepat menjadi Direktur Utama Pertamina memang sulit. Pasalnya, Pertamina merupakan perusahaan plat merah yang strategis dan banyak pihak yang berkepentingan di dalamnya.
 
"Pertamina ini rumit, banyak kepentingan di dalamnya. Seorang Direktur Utama di Pertamina tidak gampang. Direktur Utama yang lama tidak tahan uji, banyak kepentingan besar. Mem-balancing kepentingan-kepentingan itu jadi tugas berat Direktur Utama," ujar dia di Jakarta, Minggu (6/5/2018).
 
Menurut dia, untuk bisa menjadi pimpinan di Pertamina, setidaknya harus memiliki tiga keterampilan, yaitu conceptual skill, human skill dan technical skill. Jika hanya menguasai masalah teknis, maka diyakini tidak akan lama menempati puncuk pimpinan di BUMN ini.‎
 
"Karena jabatannya juga politis. Harus punya technical skil, juga harus punya conceptual skill dan human skill. Kalau hanya punya kemampuan teknis, ya akan terlempar. Seperti human skill itu penting, untuk melobi-lobi berbagai pihak," kata dia.
 
Namun demikian, Darmadi percaya jika Presiden Jokowi mampu memilih sosok yang terbaik untuk pemimpin Pertamina. Menurut dia, setidaknya ada tiga nama yang akan dipilih menggantikan Elia Massa.
 
"Sudah ada tiga nama. ‎Ini di Undang-Undang BUMN sudah tertera syarat-syarat untuk menjadi direksi. Harus punya etika, berintegrasi, punya kompetensi, punya kredibilitas. Dan minimal harus kuasai tiga hal tadi," tandas dia.