Sukses

Wawancara Khusus Bos ITDC: Sulap Mandalika Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) dicanangkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) oleh Presiden Joko Widodo pada 2017. KEK Mandalika terbentang luas 1.034 hektare, dari Pantai Kuta, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan.
 
Kawasan ini mudah diakses karena hanya berjarak 30 menit dari Bandara Internasional Lombok, NTB. Keberadaannya diharapkan bisa berdampak positif bagi masyarakat di sekitar KEK Mandalika serta perekonomian secara umum.
 
Pengelolaan kawasan yang diprediksi bisa menarik banyak investor dan turis ini dipercayakan kepada PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
 
Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M Mansoer berkenan menjelaskan sejauh mana perkembangan pembangunan Mandalika serta kegiatan yang sudah dan akan berlangsung di kawasan ini. Simak wawancara beliau bersama Liputan6.com, berikut:
 
Sejauh mana perkembangan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika serta target pembangunan selesai?
 
Tahun 2016, kita mulai bangun di akhir tahun, fasilitas umum dan pantai kita tata. Pantai itu dulunya diduduki orang, jalan kecil tapi tidak ada pembatasan antara area pantai dan penduduk. Pada 2017 kita kosongkan dulu lalu kita bangun fasilitas umum, pertama masjid dan penataan pantai.
 
Di Lombok itu sebelumnya belum ada sarana wisata yang tertata. Kita ingin pantai tertata, aman, nyaman, bersih dan ikonik, jadi orang akan ke sana. Akhirnya kita bangun mesjid, dan ini sekaligus mewakili kearifan lokal.
 
 
Mesjid ini menjadi mesjid terbesar kedua di NTB. Jadi masyarakat selain ke pantai bisa foto-foto dan ibadah di masjid ini. Jadi konsepnya seperti di Turki.
 
 
Kita juga tata pantai sepanjang 1,5 kilometer (km). Pantai kita tata bukan dari aspal tapi konblok dan dilihat dari atas seperti Cacing Nyale desainnya. Caci Nyale itu merupakan cerita di Mandalika ada putri yang menjadi cacing, cacing ini yang menjadi manfaat masyarakat di sana yang setahun sekali jadi ritual.
 
Sekarang kita bolehkan kendaraan lewat. Nanti jalan di sana itu akan menjadi pantai pertama yang CFD. Untuk itu nanti akan kita siapkan shuttle, seperti bus listrik dan beberapa kendaraan ramah lingkungan lainnya.
 
Selanjutnya fasilitas toilet, kita sudah selesaikan toilet besar di sana. Desainnya seperti Bandara Banyuwangi. Kenapa kita bikin besar karena nanti akan ada 10 ribu pengunjung di sana, sekarang per hari baru sekitar 5.000 pengunjung.
 
Jadi setelah main di pantai pengunjung bisa basuh dulu di depan baru masuk untuk ganti pakaian. Jadi sudah standar internasional yang kita pakai.
 
Selain itu kita sedang tata kawasan UMKM yang letaknya atara masjid dan pantai. Kawasan ini akan diberi nama Bazar Mandalika. Di sini memiliki 330 Lot dan memiliki tiga tipe yaitu yang besar untuk restoran, sedang dan kecil.
 
Yang kecil ini untuk warung-warung saja. Dan biaya sewanya ini akan disubsidi. Sewanya yang kecil itu sebenarnya Rp 10 ribu per hari tapi kita subsidi silang dengan resotoran, jadi sewanya hanya Rp 9.000 per hari. Kawasan UMKM ini pembangunanya akan selesai September dan rencananya akan diresmikan Presiden Jokowi.
 
Lalu mengenai kawasan hotel dan resort, sudah ada 7 hotel yang tanda tangan kontrak, yang sedang  bangun 3, yang lain masih menunggu perizinan dan sebagainya. Jadi mereka sudah bayar sewa tanah, tapi kesiapan dari pembangunan itu kan banyak faktor.
 
Sisanya 4 yang belum bangun ini sedang kita kejar, harapannya 2018 ini sudah mulai bangun semua, sehingga di 2020 itu sudah bisa selesai. Intinya semua pembangunan sedang on the track.
 
Apa hal menguntungkan yang ditawarkan ke investor dan masyarakat di Mandalika?
 
Pertama, mereka lihat keindahan tempat. Orang kalau di Bali biasanya dulu 7 hari sekarang hanya 3 hari dan cari tempat lain, seperti ke Labuan Bajo dan Lombok. Paling dekat dengan Bali ya Lombok. Pantainya bagus Lombok daripada Bali.
 
Kedua, yang dilihat siapa yang mengelola. Di Bali saya punya 19 hotel/investor, dan mereka sudah tahu kita. Jadi begitu kita buka lahan baru mereka masuk.
 
Ketiga, ini sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Nusa Dua bukan KEK, jadi mereka bisa bebas pajak impor PPN/PPH, nanti tax saat sudah jalan pajak perusahaan akan ada keringanan. Jadi masuk. 
 
Dan yang menurut saya yang menarik terakhir adalah atraksi yang akan kita kelola. Salah satunya MotoGP akan kita adakan di sana.
 
 
Terkait rencana pembangunan sirkuit bertaraf internasional, siapa pengembangnya?
 
Pengembangnya Vinci Construction Grand Project asal Prancis. Jadi dia menjadi main tenant kita, di mana Vinci mau membangun kawasan 160 ha di sana dan di dalam kawasan itu mereka akan bangun sirkuit.
 
Itu bukan sirkuit tertutup, jadi jalanan kawasan kita, street race, seperti di Singapura dan Monako.
Kalau tertutup itu nanti tidak akan efisien, karena kita tidak usah bikin macam-macam, bikin saja tempat duduk dan pembatas jalan dan jalan itu kalau tidak dipakai ya jadi jalan kawasan.
 
Seberapa besar nilai investasi pembangunan sirkuit dan kapan target selesai?
 
Minggu depan kita akan tandatangan kontrak sewa tanah dengan Vinci dan dalam grand project-nya siap investasi US$ 961 juta atau sekitar Rp 14 triliun, dan itu sudah termasuk sirkuit itu. Vinci menaargetkan pembangunan kawasan besar 160 ha itu dalam 10 tahun.

Berapa tren kunjungan turis di Mandalika?

 
Kalau untuk kawasan kita belum bisa hitung, cuma karena kita sudah tata kawasan pantai dan bangun fasilitas umum di sana, di Pantai Kuta itu sehari bisa 5.000 orang pengunjung, bahkan pernah 7.000 orang pengunjung dalam satu hari.
 
Untuk pantai ini sendiri ditargetkan bisa mencapai 10 ribu pengunjung per hari. Sedangkan untuk kawasan targetnya bisa 2 juta wisatawan per tahun. Di Nusa Dua itu dengan kawasan hanya kawasan 350 ha kunjungan wismannya 900 ribu per tahun.
 
Dengan apa yang terus kita lakukan di sana, jumlah wisatawan ke sana setiap tahun akan lebih banyak.
 
 
Kabarnya akan ada event internasional yang menjadi agenda tahunan di Mandalika?
 
Untuk saat ini hanya baru bisa menjual untuk event itu di outdor saja, karena memang itu yang baru kita tata. Tahun lalu di sana ada event turnamen bola voli pantai internasional. Tahun ini ada dua, pertama TNI Marathon dan Kejuaran Surving dunia di sana.
 
Kalau nanti sirkuit MotoGP jadi dan kita diberi izin untuk menyelenggarakan itu bisa jadi event tahunan kita.
 
Seberapa besar anggaran yang sudah dikucurkan ITDC untuk membangun KEK Mandalika?
 
Kalau untuk kawasan 1.100 ha itu, kita butuh Rp 4,5 triliun. Tapi tahun lalu kita sudah keluarkan Rp 500 miliar dan tahun ini Rp 700 miliar, kalau tahun depan di atas Rp 1 triliun. Ini semua untuk bangun fasilitas infrastruktur dan fasilitas umum di sana. Dana itu saat ini kita peroleh dari Penyertaan Modal Negara (PMN). 
 
Dalam waktu dekat akan diadakan TNI Marathon di Mandalika, bagaimana kesiapannya?
 
Kita tidak ada kesiapan khusus, karena mereka akan gunakan fasilitas yang sudah ada saja, paling nanti akan kita tata sedikit di pinggir pantai yang sebagai start dan finish-nya.
 
Untuk jalan yan akan dilalui, yang kategori 5K ada di dalam kawasan kita, untuk 10K keluar sedikit tapi start/finish di tempat kita. Ini menjadi maraton tebesar yang pernah diselenggarakan di Indonesia, hadiahnya total Rp 10 miliar dengan pesertanya 10 ribu orang.
 
Pak Panglima TNI akan bawa kapal KRI di situ untuk menginap VIP. Selain itu beliau akan bawa peserta TNI dari negara lain. Penyelenggaraannya kan September, sementara kawasan UMKM kita sudah jadi September, jadi pas.
Loading
Artikel Selanjutnya
Ada TNI Marathon, Mandalika Bakal Kedatangan 10 Ribu Wisatawan
Artikel Selanjutnya
Lomba TNI Marathon Paling Akbar Segera Digelar di Mandalika, Lombok