Sukses

Pasokan Properti di RI Naik 8,1 Persen pada Kuartal I 2018

Liputan6.com, Jakarta - Rumah.com Property Index mencatat bahwa median harga properti residensial secara nasional berada di titik 104,7 pada kuartal I 2018. Angka tersebut naik 1,06 persen jika dibandingkan kuartal yang sama pada 2017 tetapi turun jika dibandingkuartal sebelumnya.

 

Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan, menjelaskan bahwa dalam satu tahun terakhir, pasar properti nasional telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Namun demikian, Index belum bisa mencapai titik tertinggi sejak 2015, yakni 105,9, yang terjadi pada kuartal I 2016.

Penurunan Index harga properti residensial nasional pada kuartal I 2018 secara kuartalan dipengaruhi oleh penurunan yang terjadi di sejumlah provinsi padat hunian di Indonesia. DKI Jakarta turun sebesar 0,39 persen sementara Banten mengalami penurunan sebesar 1,8 persen dan Jawa Timur mengalami penurunan terbesar yakni 2,1 persen.

Pasar properti residensial di Jawa Barat tetap stabil. Index Jawa Barat berada pada titik 107,3 atau naik sebesar 1,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Jawa Tengah juga mengalami kenaikan Index, yakni sebesar 0,6 persen.

“Sementara itu dari sisi suplai properti residensial secara nasional, berdasarkan Rumah.com Property Index mengalami kenaikan sebesar 6,8 persen pada kuartal 2018 dibandingkan dengan kuartal IV 2017. Secara tahunan, suplai properti residensial nasional mengalami peningkatan sebesar 8,1 persen,” jelas Ike dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (6/5/2018).

Index suplai properti residensial tertinggi sejak 2015 tercatat pada Q3 2017, sebesar 146,7. Tren suplai properti residensial secara nasional dalam setahun terakhir bergerak fluktuatif namun stabil secara jangka panjang. Pasokan yang stabil dari pihak penjual mengindikasikan permintaan pasar masih relatif datar.

Kenaikan suplai properti terjadi di provinsi-provinsi padat hunian. DKI Jakarta dan Banten mencatatkan kenaikan pada kisaran 4,8 persen.

Kenaikan tertinggi terjadi di Jawa Timur, sebesar 9,1 persen. Jawa Barat juga mencatatkan kenaikan suplai properti yang cukup tinggi, yaitu sebesar 7,4 persen.

Rumah.com Property Affordability Sentiment Index Semester I 2018 menunjukkan minat responden terhadap properti berada pada kisaran harga di bawah Rp 750 juta.

 

2 dari 2 halaman

Ditopang Pertumbuhan Ekonomi

Ekonom Permata Bank Josua Pardede menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2018 diperkirakan lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu dimana perekonomian ditopang oleh investasi serta ekspor, sementara konsumsi rumah tangga diperkirakan masih flat.

Kedepannya, perekonomian sepanjang tahun 2018 ini diperkirakan sekitar 5,2 persen, tumbuh lebih tinggi dari tahun 2017 yang tercatat 5,07 persen.

Sumber pertumbuhan ekonomi pada tahun ini masih didorong oleh terjaganya daya beli masyarakat, yang dapat diwujudkan dengan peningkatan pendapatan masyarakat.

Oleh sebab itu, pemerintah pun akan tetap menjaga inflasi harga diatur pemerintah dengan mempertahankan tarif listrik dan harga BBM bersubsidi dalam rangka menjaga ekspektasi inflasi.

Sementara, penjualan properti residensial pada akhir tahun lalu menunjukkan tren yang meningkat secara gradual. Pertumbuhan sektor properti tahun 2018 ini diperkirakan masih ditopang oleh properti residensial baik rumah tapak dan apartemen.

Tren suku bunga KPR dan KPA yang menurun diperkirakan akan meningkatkan minat pembelian properti.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Gaji Rp 8 Juta Ingin Beli Rumah, Bisakah?
Artikel Selanjutnya
Nabung DP Rumah Itu Sebenarnya Gampang!