Sukses

Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Bikin Wall Street Turun Tajam

Liputan6.com, Jakarta - Wall Street tertekan cukup dalam pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Penyebab pelemahan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini karena kekhawatiran membengkaknya biaya perusahaan akibat kenaikan imbal hasil obligasi AS ke level 3 persen.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS berjangka waktu 10 tahun tersebut menjadi patokan bunga obligasi perusahaan sehingga dengan kenaikan ke level tertinggi untuk pertama kaliny adalam empat tahun ini juga bisa mendongkrak biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan yang telah menerbitkan surat utang.

Mengutip Reuters, Rabu (25/4/2018), Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 424,56 poin atau 1,74 persen menjadi 24.024,13. Indeks S&P 500 kehilangan 35,73 poin atau 1,34 persen menjadi 2.634,56. Sedangkan Nasdaq Composite turun 121,25 poin atau 1,7 persen menjadi 7.007,35.

Indeks S&P 500 dan Dow Jones jatuh paling dalam dalam dua setengah minggu dan Dow Jones Industrial Average turun untuk hari kelima berturut-turut.

Kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah berjangka waktu 10 tahun menjadi sengatan yang cukup tajam bagi bursa saham AS. Alasannya, imbal hasil obligasi tersebut menjadi patokan bunga obligasi dari perusahaan-perusahaan.

Kenaikan imbal hasil itu menjadi kombinasi yang cukup komplek dengan kekhawatiran akan inflasi, peningkatan pasokan utang dan juga kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed).

"Dalam sembilan tahun rezim bunga rendah dan kini mulai keluar membuat biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan menjadi lebih mahal," jelas analis Bruderman Asset Management, New York, AS, Oliver Pursche.

Kenaikan bunga obligasi ini membuat para pelaku pasar berpikir ulang untuk menaruh portofolio mereka ke aset-aset pendapatan tetap dari saham.

 

1 dari 2 halaman

Saham-Saham Penekan

Saham perusahaan 3M Co menjadi pemberat utama gerak Dow Jones. Saham perusahaan tersebut jatuh 6,83 persen setelah perusahaan membukukan laba pebih rendah dari perkiraan para analis.

Selain itu, saham-saham teknologi juga menjadi pemberat utama gerak indeks. Facebook Inc turun 3,7 persen, Saham Alphabet melemah 4,77 persen.

Saham Apple Inc kehilangan 1,39 persen karena kekhawatiran atas melemahnya permintaan untuk smartphone high-end.

Saham di sektor teknologi lainnya seperti Amazon.com Inc dan Netflix Inc (NFLX.O) juga membebani Nasdaq.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Wall Street Tertekan Lonjakan Harga Minyak
Artikel Selanjutnya
Indeks Russell 2000 Cetak Rekor Dorong Penguatan Wall Street