Sukses

Sambut Imlek, Pedagang Lampion Ketiban Rezeki Nomplok

Liputan6.com, Jakarta - Tiga hari menjelang perayaan Imlek 2018, Pasar Petak Sembilan Glodok, Jakarta Barat makin ramai dikunjungi pembeli. Para pedagang pernak pernik ketiban rezeki nomplok sehingga mampu mengantongi omzet jutaan rupiah dalam sehari.

Salah satunya Santi (29). Wanita ini menjual pernak-pernik Imlek di Pasar Petak Sembilan Glodok. Lampion merupakan favorit para pembeli.

"Lampion yang laku dijual, soalnya tahan lama. Kan bisa dipajang sampe satu tahun," tutur Santi saat berbincang dengan Liputan6.com di Pasar Petak Sembilan Glodok, Jakarta, hari ini (13/2/2018). 

Santi mengaku keuntungan dari penjualan lampion ini cukup besar. Dia menjual lampion mulai dari harga Rp 65 ribu sampai Rp 140 ribu per buah. 

"Untuk sehari, kita bisa laku 15 sampai 20 buah lampion. Ya kira-kira omzet Rp 8 juta per hari," ujarnya.

Selain lampion, Santi juga menjajakan pernak-pernik imlek lain, seperti amplop angpao seharga Rp 5 ribu. Kemudian tempelan shio anjing Rp 20 ribu sampai Rp 100 ribu.

Di lokasi yang sama, pedagang pernak pernik, Herman (32) mengatakan ada kenaikan omzet atau pendapatan sampai dengan 50 persen.

"Untuk omzet per hari, bisa naik sampai 50 persen," ujar Herman.

Dia menjelaskan pembeli mulai berdatangan sejak dua minggu menjelang perayaan Imlek.

"Wah, dari dua minggu kemarin pasar sudah ramai," jelasnya.

Herman menjual amplop angpao seharga Rp 5 ribu, tempelan shio anjing mulai dari Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu dan lampion mulai dari Rp 75 ribu sampai dengan Rp 100 ribu.

Kondisi ini diakui Herman tidak akan berlangsung lama. Usai Imlek berakhir, pasar di Petak Sembilan Glodok bakal mulai normal. 

"Habis Imlek, pasar sudah sepi lagi," Herman menutup perbincangan. 

Tonton Video Pilihan di Bawah Ini:

1 dari 2 halaman

Tak Ada Izin Impor Jeruk Mandarin buat Imlek

Masih terkait dengan Imlek, sebelumnya Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan impor jeruk mandarin tidak masuk dalam permohonan izin impor yang diberikan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Impor jeruk jenis ini biasanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jeruk jelang perayaan Imlek.

Enggar menyatakan, pihaknya bukan tidak mengeluarkan izin impor jeruk mandarin. Namun, jeruk tersebut tidak masuk dalam permohonan impor yang diajukan importir.

"Bukan enggak dikeluarin, enggak masuk dalam permohonan. Ya enggak ada di dalam daftarnya," ujar dia pada 31 Januari 2018.

Meski demikian, Enggar meminta masyarakat tidak khawatir. Sebab, masih ada jeruk lain yang bisa dikonsumsi saat perayaan Imlek nanti.

"(Jeruk) Kino banyak, (jeruk) Pakistan banyak, (jeruk) Pontianak banyak, (jeruk) Garut banyak," tandas dia.

Artikel Selanjutnya
Buka Puasa Ramadan di Singkil Kurang Afdal Tanpa Anyang
Artikel Selanjutnya
Geliat Kampung Kolang-kaling di Kabupaten Cianjur