Sukses

Lebih Akurat, Pertamina Pakai Alat Bor Migas Berbasis Komputer

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) mengoperasikan alat bor baru dengan sistem komputer atau Rig Cyber-55.‎ Alat tersebut digunakan untuk mencari minyak dan gas bumi (migas) di lapangan Jatiasri-9 (Jas-9) milik PT Pertamina EP.

Project Manager PDSI Jawa - Kawasan Timur Indonesia (KTI), Komedi mengatakan, rig tersebut merupakan satu dari 10 rig cyber yang dimiliki PDSI. Alat yang dibeli sejak 2011 semuanya tidak pernah berhenti menggarap berbagai proyek pencarian migas.

"Saat ini ada empat unit dioperasikan di Pulau Jawa, 3 untuk proyek Geothermal, dan tiga unit di Aceh,” kata ‎Komedi, di Jakarta, Jumat (2/2/2018).

Sebelumnya rig cyber juga pernah dioperasikan di Kalimantan baik untuk keperluan eksplorasi di lingkungan bisnis Pertamina maupun di Kontraktor Kontrak Kerja Sama lainnya (KKKS) yang ada di Indonesia.

Komedi menjelaskan, rig cyber merupakan alat bor yang dioperasikan dan dikontrol secara akurat dengan sistem komputer. Rig Cyber-55 berkekuatan 1.500 Horse Power (HP) dengan kode # RIG PDSI # 31.3/D1500-E dioperasikan di lapangan Jas-9 sejak 30 Desember 2017.

Rig buatan Amerika tersebut, menjadi primadona pengeboran, karena memiliki berbagai keunggulan. Antara lain pengoperasiannya menggunakan sistem layar sentuh ( touchscreen), sehingga satu monitor bisa mengontrol semua peralatan yang ada.

Selain itu, rig cyber juga bisa memberikan informasi berdasarkan aktivitas pengeboran yang dilakukan dengan sistem alarm dan warning.

"Rig cyber memiliki sistem pengaturan yang maksimal, cukup dioperasikan satu orang dengan dukungan 5 mesin genset berkekuatan 600 volt," ujarnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Kembali Datangkan Rig Cyber

Komedi menambahkan, rig cyber yang dimiliki PDSI memiliki kekuatan 1.500 HP dan ‎1.000 HP, di mana penggunaannya akan disesuaikan dengan kedalaman pengeboran yang akan dilakukan.

“Di lapangan Jas-9 ini kami mengoperasikan rig 1.500 HP untuk kedalaman 3.350 meter,” ungkapnya.

Dengan banyaknya permintaan pengeboran menggunakan rig cyber, rencananya PDSI pada 2018 ini akan kembali melakukan pengadaan 6 rig cyber, yakni 3 unit berbekuatan 1.500 HP dan 3 unit berkekuatan 1.000 HP.

“Kami optimis, proyeksi ke depan rig cyber akan sangat diperlukan bagi konsumen kami, di mana lebih safety dengan meminimalisasi risiko, yang menjadi salah satu pertimbangan permintaan penggunaan rig cyber ini,” tandasnya.

Artikel Selanjutnya
Ingin Produksi BBM Berstandar Euro 5, Pertamina Evaluasi Desain Kilang Balikpapan
Artikel Selanjutnya
Bangun Kilang Tuban, Pertamina Incar Lahan PTPN