Sukses

The Body Shop Masih Ekspansi di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan ritel kosmetik dan kecantikan the Body Shop akan menutup tokonya di Sutton Coldfield Gracechurch Center, Inggris pada Februari 2018. Akan tetapi, adanya penutupan toko the body shop di salah satu kota di Inggris tersebut tidak mempengaruhi kinerja the body shop secara global.

GM Corporate Communication the Body Shop Indonesia, Rika Anggraini menuturkan, ada penutupan toko di Birmingham, Inggris merupakan hal yang bisa terjadi karena dinamika bisnis ritel yang sangat dinamis. Ini menyebabkan harus segera membuat keputusan untuk membuka, merenovasi, dan menutup toko dalam satu lokasi.

Terkait bisnis the Body Shop di Indonesia, Rika menuturkan, bisnis perseroan mencatatkan performa yang baik. Bahkan pertumbuhannya mencapai double digit.

"Hasil ini melebihi pertumbuhan industri," ujar dia seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (22/1/2018).

The Body Shop juga turut mengantisipasi perkembangan teknologi. Apalagi saat ini transaksi perdagangan juga dikontribusi dari e-commerce.

PR Manager the Body Shop Indonesia Ratu Ommaya mengatakan, the Body Shop secara global sudah masuk penjualan lewat e-commerce sejak 2012. Sedangkan di Indonesia, penjualan lewat e-commerce sejak 2013. Ratu menuturkan, kontribusi penjualan lewat e-commerce ini juga cukup baik.

"Ritel juga hadapi culture baru era digital dengan berkembangnya e-commerce. Di masa mendatang kontribusi sales (e-commerce-red) besar untuk body shop," ujar Ratu saat dihubungi Liputan6.com.

Hingga kini, the Body Shop Indonesia memiliki 147 gerai di Indonesia. Tak hanya itu, the Body Indonesia juga meningkatkan pertumbuhan anggota sebesar 30 persen pada 2017. Ratu mengatakan, pihaknya terus ekspansi. Bahkan the body shop juga membuka gerai di Ambon, Maluku. Ratu menuturkan, ritel memiliki perhitungan bisnis untuk membuka dan menutup gerainya.

Sementara itu, Rika menambahkan, pihaknya akan membuka 6-10 toko baru pada 2018. Selain itu, merenovasi 20 toko dan meluncurkan mobile commerce. "Saat ini kontribusi e-commerce masih single digit namun bertumbuh sangat pesat. Kami yakin channel ini akan berkontribusi besar terhadap bisnis kami di masa mendatang," jelas dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

The Body Shop Tutup Toko di Inggris

Sebelumnya, Perusahaan ritel kosmetik dan kecantikan the Body Shop akan menutup tokonya di Sutton Coldfield Gracechurch Center, Inggris pada Februari 2018.

Hal itu seperti dikonfirmasi manajemen the Body Shop. "Kami review secara reguler portofolio toko. Kami mengambil keputusan tidak memperbaharui sewa toko di Sutton Coldfield. Toko berhenti pada awal Februari," ujar Juru Bicara the Body Shop seperti dikutip dari laman Birmingham Mail, Sabtu 20 Januari 2018.

Juru bicara tersebut menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk memindahkan tim penjualan ke toko terdekat jika menungkinkan. "Saat ini berkonsultasi dengan mereka yang terkena dampak," tambah pernyataan juru bicara.

Pengumuman tersebut muncul seminggu usai pusat perbelanjaan menginformasikan toko suvenir Magical Story juga akan tutup. Manajer M&G Real Estate yang memiliki Gracechurch Centre, Rupert Milne menuturkan, pihaknya menutup karena the Body Shop memutuskan untuk tutup toko. Ini lantaran ada perubahan tujuan belanja di toko.

"The Gracechurch Centre menarik banyak minat dari berbagai merek nasional dan lokal dan kami diskusi dengan calon pendatang baru untuk mengisi toko," kata Milne.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.