Sukses

Garuda Indonesia Incar Pertumbuhan Pendapatan 12 Persen pada 2018

Liputan6.com, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) optimistis bukukan keuntungan hingga akhir 2017. Ini ditunjukkan dari kinerja perseroan positif pada kuartal III 2017.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, Pahala Mansury optimistis pihaknya dapat meraih laba hingga akhir tahun. Hal itu meski pendapatan perseroan terganggu pada kuartal IV imbas erupsi Gunung Agung di Bali. Gangguan itu menyebabkan jumlah penumpang internasional turun hingga sekitar 10-15 persen.

"Kita (Garuda Indonesia) pada triwulan ketiga (Juli, Agustus, September) 2017 mendapat untung sekitar US$ 62 juta," ujar Pahala Nugraha Mansury di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Senin (18/12/2017).

Pahala mengharapkan, perseroan dapat meningkatkan pendapatan pada 2018. Diprediksi pendapatan tumbuh 11-12 persen.

"Melihat sektor ekonomi negara yang akan membaik tahun depan, kami menargetkan peningkatan pendapatan menjadi 11 sampai 12 persen," ujar dia.

Pertumbuhan pendapatan turut didorong dengan mengadakan kegiatan bisnis di luar pelayanan jasa penerbangan, antara lain bisnis kargo, katering, hingga bengkel pesawat yang dijalankan oleh anak perusahaan, PT GMF AeroAsia Tbk.

PT Garuda Indonesia Tbk juga prediksi kenaikan jumlah penumpang menjadi 37-38 juta pada 2018."Penumpang kami pada tahun ini ada sekitar 35-36 juta, dan diperkirakan dapat meningkat tahun depan menjadi 37-38 juta," tutur Pahala.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

2 dari 2 halaman

Garuda Indonesia Siapkan Kursi Tambahan Antisipasi Natal

Sebelumnya, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melalui layanan penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink menyiapkan sedikitnya 73.158 kursi tambahan (extra seat) untuk penerbangan domestik dan juga internasional. Ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang jelang periode libur Natal dan Tahun Baru 2018.

Penambahan jumlah kursi itu mulai 20 Desember 2017 hingga 6 Januari 2018. Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Pahala N Mansury mengatakan, kapasitas tambahan tersebut akan terdiri dari 22.758 kursi untuk layanan penerbangan Garuda Indonesia dan 50.400 kursi untuk layanan penerbangan Citilink.

"Adapun frekuensi penambahan kapasitas layanan penerbangan tambahan tersebut terdiri dari sedikitnya 108 frekuensi penerbangan Garuda Indonesia dan lebih dari 140 frekuensi penerbangan Citilink," ujar dia, Senin 18 Desember 2017.

Jumlah ketersediaan kursi tambahan tersebut diperkirakan meningkat hingga 20 persen dibandingkan pada periode liburan Natal dan Tahun Baru tahun lalu.

"Tentunya kami terus memonitor perkembangan demand pasar pada periode peak season akhir tahun ini sekiranya diperlukan penambahan kapasitas layanan penerbangan lebih lanjut," pungkas Pahala.

Penambahan jumlah kursi oleh pihak Garuda Indonesia sendiri akan terjadi pada dua bentuk penerbangan, yakni penerbangan ekstra dan penerbangan dengan menggunakan pesawat berbadan lebar (bigger aircraft). Kedua bentuk penerbangan tersebut akan dioperasikan baik di rute penerbangan domestik dan internasional dengan trafik penumpang tinggi.

Adapun penambahan kapasitas melalui penerbangan ekstra akan diberlakukan untuk rute-rute seperti Jakarta - Denpasar, Jakarta - Medan, Surabaya - Denpasar, Medan - Gunung Sitoli, serta Jakarta - Osaka.

Di sisi lain, pengoperasian pesawat bigger aircraft akan dibuka pada enam sektor penerbangan yang terdiri dari rute penerbangan Jakarta – Denpasar, Jakarta – Medan, Jakarta – Labuan Bajo, Jakarta – Kuala Lumpur, Jakarta – Hong Kong, dan Jakarta- Bangko.

Sementara itu, untuk penerbangan dengan menggunakan Citilink akan disediakan sekitar 50.400 kursi tambahan pada penerbangan ekstra. Layananan itu berlaku untuk enam sektor penerbangan domestik: Jakarta – Malang, Jakarta – Yogyakarta, Jakarta – Semarang, Jakarta – Solo, Jakarta – Denpasar, Surabaya – Denpasar.

Loading