Sukses

Strategi Sharp Tingkatkan Pangsa Pasar Produk AC di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Produsen elektronik asal Jepang, Sharp, telah merampungkan kampanye 'Aksi Cuci Bersih 1.000 Unit AC di Pulau Jawa dan Sumatera Dalam Waktu 1 Minggu'. Kampanye tersebut sebagai upaya Sharp untuk memperkenalkan produk-produk AC kepada masyarakat dan meningkatkan pangsa pasar menjadi 22 persen pada 2017.

Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia Fumihiro Irie mengatakan, untuk menyukseskan kampanye ini, Sharp menjadi partisipan dan konsumen Sharp melalui media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter. Pendaftaran bagi konsumen Sharp yang ingin ikut dalam kampanye ini dilaksanakan pada 17 Agustus-10 September 2016.

Sedangkan kegiatan cuci bersih 1.000 unit AC Sharp dilaksanakan di 5 kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Batam, Pekanbaru dan Medan, pada 15-21 September 2016. Kampanye ini juga berhasil menyabet penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

"Kami tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan semata, tetapi berusaha meningkatkan pelayanan purna jual dengan cara mendampingi konsumen dengan memberikan beraga layanan seperti edukasi produk, penggunaan, perbaikan hingga perawatan produk," ujar dia di Kota Kasablanka, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Sementara itu, Product Planning General Manager PT Sharp Electronics Indonesia Herdiana Anita Pisceria mengatakan, saat ini produk AC Sharp memiliki pangsa pasar di Indonesia sebesar 16 persen. Pada tahun depan, dia optimis pangsa pasar produk AC Sharp akan naik menjadi 22 persen.

Untuk mencapai target tersebut, lanjut Herdiana, pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi pemasaran, seperti melengkapi produk-produk Sharp dengan beragam fitur yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

Selain berorientasi pada kepuasan konsumen, Sharp juga mendukung aturan pemerintah dalam penerapan standard keselamatan melalui Standard Nasional Indonesia (SNI). Produk-produk AC Sharp juga telah mendapatkan predikat bintang 4 yang merupakan standar efisiensi tertinggi dalam hal penggunaan listrik di Indonesia.

"Kami selalu memenuhi himbauan pemerintah untuk berkontribusi positif terhadap kesehatan dan lingkungan, seperti dengan mengganti bahan pendingin R-32 dan menerapkan energy efficiency ratio (EER) yang merupakan peraturan pemerintah dalam rangka menurunkan emisi global dan mengurangi penggunaan listrik untuk produk-produk elektronik seperti AC," tandas dia. (Dny/Gdn)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.