Sukses

Ini Prestasi Widya Purnama Saat Pimpin Pertamina

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Widya Purnama tutup usia di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura pada Selasa (18/8/2015) pagi. Di bawah kepemimpinan Pria kelahiran Parepare, Sulawesi, 26 Juli 1954 tersebut, perusahaan energi pelat merah itu mencetak berbagai prestasi pada 2004–2006. 

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengungkapkan, di bawah kepemimpinan Widya Purnama pada 2005, Pertamina berhasil meningkatkan produksi minyak menjadi 49,6 juta barel, dari tahun sebelumnya 48,4 juta barel.

"Kinerja keuangan Pertamina pada tahun 2005 juga meningkat dengan laba bersih 27,4 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," kata Dwi di Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Dwi menuturkan, salah satu tonggak terpenting semasa Widya menjabat sebagai direktur utama adalah berhasilnya Pertamina mendapatkan 45 persen bagian dalam pengelolaan Blok Cepu.

"Pencapaian ini berkontribusi besar bagi peningkatan produksi migas Pertamina," tuturnya.

Widya juga menggagas pembaruan logo Pertamina. Filosofi logo baru tersebut tidak hanya membawa Pertamina fokus pada bisnis energi tapi juga berkomitmen pada lingkungan.

Warna hijau mencerminkan ramah lingkungan, biru mencerminkan kehandalan operasi serta SDM Pertamina dalam bersaing serta merah mencerminkan keuletan, ketegasan, dan keberanian dalam menghadapi berbagai macam kesulitan.

Dari segi budaya kerja, Widya melanjutkan transformasi budaya dalam tubuh Pertamina, di mana insan Pertamina dipacu lebih keras untuk lebih kompetitif dan fokus melayani pelanggan Pertamina.

Widya Purnama memulai karier dengan menjadi karyawan biasa di PT Indosat, kemudian naik jabatan menjadi manajer Indosat Medan, pindah ke kantor pusat menjadi Manager Divisi Pengembangan Setrategis Indosat dan Direktur Utama PT Electronic Data Interchange (EDI) Indonesia.

Kemudian dipercaya memimpin PT Indosat Tbk. Dia menjabat Direktur Utama PT Indosat, pada tahun 2004 ia diangkat menjadi Direktur Utama Pertamina. Widya meninggal dunia pada usia 61 tahun di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura pada 18 Agustus 2015. (Pew/Ndw)