Sukses

Pertamina Ambisi Bangun 4 Kilang Minyak Baru

Liputan6.com, Balikpapan - PT Pertamina (Persero) berambisi membangun 4 kilang pengolahan minyak mentah baru dalam periode beberapa tahun ke depan. Upaya ini bertujuan untuk membebaskan Indonesia dari ketergantungan impor minyak mentah dalam 7 tahun mendatang.

Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi mengungkapkan, rencana pembangunan 4 kilang minyak mentah baru ini masuk dalam Research Development Master Plan (RDMP) Pertamina. Sementara di kilang minyak Balikpapan RU V akan dilakukan penambahan kapasitas produksi minyak mentah menjadi bahan bakar minyak (BBM).

"Kami sudah putuskan membangun 4 kilang baru, yakni satu unit kilang di Bontang Kalimantan Timur (Kaltim), satu unit di wilayah Barat dan dua lagi akan diputuskan kemudian," ucap dia saat ditemui wartawan di kantor Pertamina RU V Balikpapan, Kaltim, Kamis (2/7/2015).

Pertama, dijelaskan Rachmad, Pertamina siap membangun kilang minyak baru di Bontang pada 2017. Pemerintah sudah menyiapkan lahan seluas 600-650 hektare (ha). "Kebutuhannya cuma 400-450 ha, jadi ada kelebihan lahan," ujarnya.

Kilang minyak di Bontang, lanjutnya, akan memproduksi 300 ribu barel minyak mentah menjadi produk BBM, elpiji dan pethrochemical. Kilang minyak ini juga menjadi pemasok BBM di kawasan Timur, bersama dengan kilang minyak Balikpapan.

Kedua, Rachmad menambahkan, Pertamina bakal membangun kilang baru di wilayah Barat dan dua kilang baru yang masih dirahasikan. "Kami punya beberapa opsi lokasi potensial untuk menggarap kilang minyak baru di wilayah bagian barat. Tapi nanti, belum bisa di disclose," terang dia.

Sementara itu, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut siap mengeksekusi perjanjian kerjasama antara Pertamina dengan Saudi Aramco dan JX Nippon Oil & Energy Jepang untuk meningkatkan kapasitas produksi kilang minyak di Balikpapan.

"Dengan strategic partner dari Jepang, kapasitas produksi kilang minyak Balikpapan naik menjadi 350 ribu barel per hari dari sebelumnya 250 ribu barel per hari. Jadi ada tambahan 100 ribu barel per hari," jelas Rachmad. 

Dengan agresifitas pembangunan kilang minyak baru dan penambahan kapasitas, diakui dia, Indonesia bisa terbebas dari impor minyak mentah dalam 7 tahun mendatang.

Rachmad menyebut, saat ini konsumsi masyarakat terhadap BBM mencapai 1,6 juta barel per hari. Dan kebutuhannya akan melonjak menjadi 2,4 juta-2,8 juta barel per hari selama kurun waktu 6 sampai 10 tahun ke depan.

Datanya menunjukkan, dari 1,6 juta BBM itu, yang sanggup diolah di kilang Pertamina sebesar 850 ribu barel per hari (60 persen dari minyak mentah dalam negeri dan 40 persen impor). Dengan begitu, dia mengatakan, dari 1,6 juta barel, praktis yang bisa disuplai Pertamina 55 persen, dan 45 persen impor.

Dengan RDMP 4 kilang selesai, lanjut dia, kemampuan kilang Pertamina setara dengan 1,6 juta barel per hari. Dari sekarang sampai 7 tahun ke depan dengan rata-rata pertumbuhan 6,8-7 persen, maka butuh tambahan 1,2 juta barel per hari 7-10 tahun.

"Jadi inilah yang bisa dipenuhi dari 4 kilang dengan produksi 300 ribu barel per hari. Dengan begitu, 7 tahun lagi seluruh keperluan masyarakat enggak perlu impor lagi. Dan 2025, Indonesia akan betul-betul mandiri energi," tegas Rachmad. (Fik/Gdn)