Sukses

Penuhi Target 35 Ribu MW, JK Maksimalkan Pembangkit yang Ada

Liputan6.com, Jakarta - Pemenuhan pembangkit listrik 35 ribu MW tak hanya dilakukan dengan membangun pembangkit listrik yang baru, melainkan juga mengembangkan pembangkit listrik yang sudah tersedia. Hal itu diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla usai rapat kelistrikan.

"Kan kami utamakan perluasan pembangkit listrik yang ada saat ini. Kemudian perluasan di sekitar mulut tambang. Geothermal itu dulu didahulukan karena itu lebih mudah. Tidak perlu ada izin baru lahan dan sebagainya. Tidak perlu ada amdal, tinggal amdal tambahan saja tapi pelabuhan sudah ada. Itu saja sudah mencapai hampir 20.000 MW," tutur JK, di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (3/2/2015).

JK menyampaikan untuk pengolahan pembangkit listrik geothermal akan menggunakan teknologi dari Amerika, New Zealand, dan Jepang. JK juga menuturkan program 35 ribu MW ini akan memakan dana besar, sekitar Rp 500 triliun.

JK merinci membangun pembangkit listrik 1 mega membutuhkan dana US$ 1,5 juta. "Kalau 35.000 mw berarti US$ 35 miliar. US$ 35 milliar itu dikali 12.000 (Rupiah) kira-kira Rp 450 triliun lah ya," jelas JK.

Program ini pun mengundang banyak investor dari luar negeri. Ada banyak negara yang niat untuk turut bantu, seperti Jepang dan Cina. Tak dirinci berapa besar investasi negara tersebut.

"Inikan program kira-kira nilainya Rp 500 triliun. Jadi harus kita tiap minggu harus liat step-step karena itu harus dipantau dan semua melaporkan apa kesulitannya. Dan ternyata investor yang mau masuk itu luar biasa banyak, cukup banyak, mulai dari Jepang, Cina, dan negara-negara eropa," imbuhnya. (Silvanus Alvin/Gdn)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.