Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) tetap meminta PT PLN (Persero) untuk membayar harga solar periode 2013 hingga semester I 2014 sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.
Kepala Divisi Gas dan BBM PLN, Suryadi Mardjoeki mengungkapkan, permasalahan tersebut adalah keinginan Pertamina. Perubahan harga dihitung sejak 2013. Sebelumnya PLN telah menyetujui harga solar yang diinginkan PT Pertamina (Persero) yang dilakukan mulai semester II 2014.
"Pertamina menghendaki harga itu sejak tahun 2013," kata Suryadi, di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (11/8/2014).
Menurut Suryadi, keinginan Pertamina tersebut berkaitan dengan subsidi listrik. Karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan ini akan melibatkan Direktorat Jenderal (Dirjen) Anggaran Kementerian keuangan.
"PLN dari pada menyikapi ini bergantung kepada Dirjen Anggaran karena berpengaruh kepada subsidi listrik. Jadi kita benar-benar menyerahkan kepada Dirjen Anggaran,"Â ungkapnya.
Suryadi menambahkan, jika Dirjen Anggaran menyetujui harga solar sejak 2013 seperti yang dihendaki Pertamina, PLN pun akan mengikuti keputusan tersebut.
"Yang penting Dirjen yang punya uang untuk subsidi listrik. Maka kami ikuti. Dirjen Anggaran setuju, kami setuju. Ya saya harapkan pertamina bisa mensuplai," tutur Suryadi.
Suryadi mengungkapkan, harga beli solar PLN ke Pertamina sebelumnya disesuaikan dengan lokasi harga di antaranya 22 lokasi dengan harga Mean of Plats Singapore (MOPS) +5 persen , 2 lokasi MOPS + 8 persen. 1 lokasi MOPS+8,5 persen semua lokasi MOPS+9,5 persen. "Jadi kalau di rata-rata itu dengan Pertamina dengan MOPS+7,9 persen," paparnya.
Namun, sejak Juli 2014 harga tersebut dinaikkan sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk HSD, MOPS +9,5 persen untuk hsd dan MOPS+11 persen. "PLN itu sudah mengeluarkan surat persetujuan kepada pertamina bahwa PLN sudah setuju untuk harga," pungkasnya.
PT Pertamina (Persero) mengaku menanggung kerugian mencapai US$ 45 juta selama semesterI I 2014 karena menjual solar ke PT PLN (Persero) tidak dengan harga ke ekonomian.
"Satu semester kami sudah rugi 45 juta dolar. Gakboleh dong rugi. Sehingga keluarkan kebijakan pekan ini lakukan penjualan BBM harga keekonomian di wilayah tertentu. Kami mulai dari Medan, akukan bertahap," kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina. Hanung Budya. (Pew/Ahm)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5401749/original/084305000_1762228197-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-04T104806.640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306299/original/013680100_1784873619-Screenshot_2026-07-24_113426.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515491/original/005117600_1772177639-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-27T142917.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/718227/original/Ilustrasi-solar-naik-140806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263337/original/050055400_1781884664-ebbebf66-79ad-4870-84e3-30237c9b6ae8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6485436/original/031813500_1779344459-WhatsApp_Image_2026-05-21_at_11.00.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6484213/original/053636800_1779343412-WhatsApp_Image_2026-05-21_at_11.00.38.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552030/original/092887400_1775795934-Materi_1A.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550148/original/046506900_1775638545-96d59752-0820-440c-b653-dde345169372.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549648/original/069320000_1775626400-76fb807c-e7b0-4306-9c1f-7ff5926ec1cd.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5547394/original/088839400_1775457948-7f5b4b73-5b65-4e7d-810c-b7eefb501775.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545338/original/038142300_1775183186-e0ed9d8d-442f-4f47-91ae-ee20d7aaff76.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543858/original/001050500_1775037405-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_15.41.54.jpeg)