Sukses

Tahun Ajaran Baru dan Ramadan Bikin Neraca Dagang RI Defisit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia April 2014 mengalami defisit sebesar US$ 1,96 miliar.

Ini terjadi karena nilai impor nasional lebih besar dibandingkan ekspor. Indonesia mencatat impor nasional pada April 2014 naik 11,93% sebesar US$ 1,7 miliar menjadi US$ 16,26 miliar dibandingkan maret 2014.

Kepala Badan Pusat Statistik (BSP) Suryamin menyebutkan ini terjadi karena kenaikan impor non migas sebesar US$ 2,03 miliar meski impor migas turun sebesar US$ 301,5 juta (7,55%).

"Kenaikan (impor) non migas diduga untuk menghadapi bulan puasa dan tahun ajaran baru. 2 tahun lalu periode ini sama meningkat 10,59%, di mana pada 2012 sebesar 3,75%," tutur Suryamin, Senin (2/6/2014).

Total nilai impor nonmigas Indonesia April 2014 sebesar US$ 12,6 miliar atau naik US$ 2,03 miliar (19,32%) dibanding impor nonmigas Maret 2014.

Demikian halnya dengan impor nonmigas dari tiga belas negara utama yang meningkat sebesar 18,98% senilai US$ 1,62 miliar.

Dia menyebutkan total impor Januari-April US$ 59,49 miliar atau turun 4,23% year on year. Di mana, nilai impor non migas US$ 44,79 miliar atau turun 4,64% (year on year).

Kontribusi terbesar berasal dari mesin dan peralatan mekanik senilai US$ 5,58 miliar dan mesin dan peralatan listrik US$ 6,08 miliar.

"Alat komunikasi handphone cukup melonjak di april, mekanik ada laptop tablet dan sebagainya. Apakah ini terkait pajak barang mewah mekanik bisa saja," tutur dia. (Fik/Nrm)