Sukses

Komentar Worrawoot Srimaka Usai Dipecat dari Jabatan Pelatih Timnas Thailand U-23

Jakarta - Worrawoot Srimaka akhirnya dipecat dari jabatannya sebagai pelatih kepala Timnas Thailand U-23 menyusul hasil buruk yang dicatatkan tim asuhannya di Asian Games 2018.

Keputusan mengakhiri kerja sama dengan Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) diterima Worrawoot pada Selasa (28/8/2018) dan kabar itu diterima media lokal Thailand pada Rabu dini hari (29/8/2018).

Alih-alih kecewa dengan keputusan FAT, Worrawoot merasa lega ia dipecat. Pasalnya, ia sudah menyadari, setelah pulang dari Asian Games 2018 dengan hasil buruk, posisinya sebagai pelatih kepala Timnas Thailand U-23 bakal di ujung tanduk.

"Saya menghargai keputusan FAT. Sebenarnya keputusan itu sungguh mudah, setiap tim yang gagal harus ada seseorang yang bertanggung jawab," ujarnya.

"Saya bagian dari tim dan saya bertanggung jawab memilih pemain dan juga merencanakan taktik untuk tim," lanjutnya.

Pelatih yang mempersembahkan medali emas SEA Games 2018 bersama Timnas Thailand U-22 ini menambahkan ia mengakui membuat kesalahan dan enggan menggunakan minimnya persiapan sebagai alasan kegagalan tim asuhannya di Asian Games 2018.

Worrawoot berujar pilihannya juga terbatas karena beberapa klub tidak ingin melepas pemain kunci mereka karena tahun ini, akan ada lima tim kontestan Liga 1 Thailand yang akan terdegradasi di akhir musim.

Menariknya, Worrawoot mengaku lega setelah kehilangan pekerjaannya sebagai pelatih kepala Timnas Thailand U-23.

"Saya sangat senang sekarang, saya bukan lagi pelatih Timnas U-23. Saya mengalami stres saat jadi pelatih, tapi sekarang saya lega," ucapnya. 

2 dari 2 halaman

Tak Lagi Bisa Dipercaya

Pelatih 46 tahun itu mengungkapkan ia juga memiliki masa-masa indah bersama tim asuhannya, seperti ketika meraih medali emas SEA Games 2017 dengan mengalahkan Malaysia, yang dianggap satu di antara pencapaian besarnya sebagai pelatih.

"Namun, saya harus segera melihat ke depan dan mencari pekerjaan baru," katanya.

FAT memutuskan memecat Worrawoot Srimaka melihat kegagalannya di Asian Games 2018. "Saya rasa dia harus mengakhiri perannya," ujar Somyot Poompunmuang, Presiden FAT.

"Saya memberinya kesempatan untuk bekerja tanpa adanya intervensi. Tapi, dia tetap tak mampu mendapat hasil bagus, jadi kami tak bisa lagi memercayainya. Dia memahami ini dan kami berpisah dengan persetujuan bersama," imbuh Somyoot.

Kegagalan Timnas Thailand U-23 di Asian Games 2018 memang jadi kejutan. Langkah the War Elephants terhenti dini, setelah tak mampu lolos dari fase penyisihan grup.

Timnas Thailand U-23 bersaing dari Uzbekistan dan Bangladesh, yang akhirnya melaju ke 16 besar sebagai juara dan runner-up grup. Kegagalan lolos dari fase grup, jadi yang pertama sejak 1998.

Sumber: Bola.com

Loading