Sukses

Gita Wirjawan Ketemu Petinggi Hong Kong, Bahas Apa Sih?

Di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan menggelar pertemuan khusus dengan petinggi Hong Kong di Nusa Dua, Bali.

Dalam pertemuan dengan Secretary for Commerce and Economic Development of the Hong Kong Special Administrative Region Gregory So Kam-Leung. Gita membahas mengenai hubungan bilateral antara kedua negara khususnya dalam bidang perdagangan.

Dia ingin Hongkong menjadi salah satu negara yang menjadi mitra perdagangan terbesar di Indonesia dan meminta dukungan untuk kelancaran pertemuan mengenai World Trade Organization (WTO)

“Kami membahas isu-isu prioritas APEC, sekaligus memohon dukungan pelaksanaan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) World Trade Organization (WTO) ke-9 bulan Desember di Bali nanti,” jelas Gita dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (5/10/2013)

Tidak hanya itu Gita juga membahas mengenai rencana seluruh negara di ASEAN yang akan bekerja sama dengan Hongkong dalam mendukung Asean Aconomic Cominity 2015.

“Sesuai dengan kesepakatan pada Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN di Hanoi, para Menteri Ekonomi ASEAN mendukung untuk dibentuknya ASEAN-Hong Kong FTA yang diharapkan dapat memulai negosiasinya pada awal tahun 2014,” jelas Mendag.

Ia juga berharap selama proses negosiasi berlangsung akan ada hasil-hasil yang seimbang dan saling menguntungkan bagi negaranegara ASEAN dan Hong Kong.

Selain itu Hong Kong juga diharapkan dapat mendukung beberapa perundingan penting di WTO, seperti fasilitasi perdagangan, pertanian, dan paket negara-negara kurang berkembang (least developed countries/LDCs).

Sekedar informasi, total perdagangan Indonesia-Hong Kong tahun 2012 mencapai USD 4,5 milliar dengan nilai ekspor sebesar USD 2,6 milliar dan impor sebesar USD 1,9 miliar. Tren perdagangan kedua negara selama lima tahun terakhir (2008-2012) positif sebesar 5,94%.

Untuk periode Januari-Juni 2013, ekspor Indonesia ke Hong Kong sebesar USD 1,3 miliar dan impor Indonesia dari Hong Kong sebesar USD 1 miliar. (Yas/Ndw)

Loading