Sukses

Usaha Kecil Sulit Berkembang Gara-gara Duit

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syariefuddin Hasan mengatakan akses permodalan masih menjadi kendala utama dalam pengembangan Usaha Kecil Menengah di dunia, khususnya di kawasan Asia Pasifik dan Indonesia.

"Kelemahan akses terhadap permodalan masih menjadi kendala utama UKM-UKM di dunia, dan di kawasan APEC, khusunya di Indonesia," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Small Medium Enterprise and Enterprenership (SMEE) Summit 2013, Jimbaran, Bali, Sabtu (5/10/2013).

Meski demikian, pemerintah Indonesia telah berkontribusi mengatasi masalah permodalan tersebut dengan menyediakan kredit usaha rakyat (KUR). Pemerintah memberikan pinjaman hingga US$ 2.000 atau setara Rp 22,7 miliar pada seluruh UKM di tanah air tanpa jaminan sepeserpun.

Selain akses finansial, dia juga menyebutkan teknologi dan pemasaran sebagai dua kendala UKM lainnya. Syarief mengatakan, para pengusaha berskala kecil menengah harus mampu mengadopsi sejumlah teknologi terbaru guna mengembangkan bisnisnya.

"Kita (UKM) harus adopsi teknologi terbaru. UKM harus mampu mengatasi lemahnya akses teknologi. Disini lah pentingnya mentoring untuk para pengusaha kecil dan menengah," ujarnya.

Sementara di bidang marketing, pemerintah Indonesia menyediakan fasilitas pameran gratis di mana para pengusaha UKM bisa memamerkan produknya ke dunia internasional. Hal ini mengingat banyak produk-produk daerah Indonesia memiliki potensi dan daya jual yang tinggi.

"Kami memberikan kesempatan pada UKM-UKM potensial yang memiliki produk-produk bernilai tinggi untuk memamerkan dan mempromosikannya di Jakarta. Kami juga menyelenggarakan sejumlah pameran di beberapa daerah mengingat Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan 240 juta penduduk," tandasnya. (Sis/Ndw)

Loading