Liputan6.com, Jakarta: Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berdampak buruk pada beberapa usaha kecil menengah. Salah satunya adalah usaha rumahan ikan pindang. Sebelum harga BBM naik, produksi ikan pindang yang dikenal dengan nama ikan cue ini mencapai 1 ton per hari dengan omzet sekitar Rp 8 juta. Kini, beberapa pemilik usaha mengatakan produksinya melorot hingga hanya mencapai nilai Rp 2 juta per hari.
Haji Hamidi menuturkan, penurunan omzet itu tak lepas dari harga jual ikan yang terpaksa dinaikkan. Kepada SCTV yang menemuinya di pusat perdagangan ikan di kawasan Jakarta Utara, baru-baru ini, Hamidi menjelaskan bahwa harga jual terpaksa dinaikkan karena harga ikan mentah sebagai bahan baku juga meningkat sebesar Rp 500 per kilogram. Selain itu, harga garam dan ongkos transportasi terus merangkak naik sejak pemberlakuan harga BBM baru per 1 Maret 2005.
Lebih jauh, Hamidi mengaku khawatir usaha yang dirintisnya sejak 1970-an akan gulung tikar bila penjualan ikan cue terus menurun. Selain itu, empat pekerja yang selama ini membantunya bakal kehilangan pekerjaan.(TOZ/Aldi Yarman dan Daeng Tanto)
Haji Hamidi menuturkan, penurunan omzet itu tak lepas dari harga jual ikan yang terpaksa dinaikkan. Kepada SCTV yang menemuinya di pusat perdagangan ikan di kawasan Jakarta Utara, baru-baru ini, Hamidi menjelaskan bahwa harga jual terpaksa dinaikkan karena harga ikan mentah sebagai bahan baku juga meningkat sebesar Rp 500 per kilogram. Selain itu, harga garam dan ongkos transportasi terus merangkak naik sejak pemberlakuan harga BBM baru per 1 Maret 2005.
Lebih jauh, Hamidi mengaku khawatir usaha yang dirintisnya sejak 1970-an akan gulung tikar bila penjualan ikan cue terus menurun. Selain itu, empat pekerja yang selama ini membantunya bakal kehilangan pekerjaan.(TOZ/Aldi Yarman dan Daeng Tanto)