Liputan6.com, Madiun: Sijam dan kawannya, Senin (22/3) pukul 10.00 WIB, seperti biasa mencari emas di bawah jembatan Kaliasin di perbatasan Madiun-Ponorogo, Jawa Timur. Cangkul Sijam mengenai benda keras mirip kotak besi. Sijam menggali lagi dan melihat benda berbentuk bulat dan lonjong. Sijam lantas melapor ke Kepolisian Sektor Slopo. Benda itu ternyata bom jenis roket.
Empat jam kemudian tim Gegana dari Kompi C Brigade Mobil Madiun datang. Bom lalu dibawa ke Markas Brimob. Bom aktif itu memiliki diameter 25 sentimeter, panjang 1,5 meter, berat 250 kilogram dan berdaya ledak tinggi. Menurut Wakil Kepala Kepolisian Resor Madiun Komisaris Polisi Wiswoto, bom itu satu dari empat bom yang hilang saat Belanda menyerbu pasukan Panglima Sudirman di jembatan Kaliasin. Tiga bom sudah meledak beberapa waktu silam.(KEN/Dirgo Sujono)
Empat jam kemudian tim Gegana dari Kompi C Brigade Mobil Madiun datang. Bom lalu dibawa ke Markas Brimob. Bom aktif itu memiliki diameter 25 sentimeter, panjang 1,5 meter, berat 250 kilogram dan berdaya ledak tinggi. Menurut Wakil Kepala Kepolisian Resor Madiun Komisaris Polisi Wiswoto, bom itu satu dari empat bom yang hilang saat Belanda menyerbu pasukan Panglima Sudirman di jembatan Kaliasin. Tiga bom sudah meledak beberapa waktu silam.(KEN/Dirgo Sujono)