Liputan6.com, Kuala Lumpur: Malaysia berkeras perairan Ambalat adalah miliknya. "Kawasan itu milik kita," kata Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi dalam pertemuan bulanan dengan sejumlah pegawai negara di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (8/3).
Meski demikian, Badawi berharap sengketa dapat diselesaikan dengan damai. "Masalah yang dihadapi insya Allah diselesaikan dengan baik," ujar dia. Badawi juga sempat mengungkapkan hasil pembicaraan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono per telepon. Intinya, sengketa Ambalat akan diselesaikan lewat jalur diplomatik.
Ketegangan masih terjadi di sekitar perairan Ambalat. Selasa sekitar pukul 14.00 WITA, Kapal Republik Indonesia (KRI) Rencong yang tengah berpatroli di perairan Sebatik, Kalimantan Timur, mengusir kapal perang Kapal Diraja (KD) Pari milik Malaysia. Pasalnya, KD Pari mencoba masuk di perairan Indonesia.
Pertemuan KRI Rencong dan KD Pari terjadi secara tak sengaja. Saat tengah berpatroli, KRI Rencong berpapasan dengan KD Pari yang mencoba memasuki wilayah Indonesia. KRI Rencong langsung berkomunikasi dan menghampiri KD Pari. Tak ada insiden dalam peristiwa ini. KD Pari dengan cepat mengubah haluan dan kembali ke perairan Malaysia.
Setelah meninjau Nunukan, Kalimantan Timur dan perbatasan RI-Malaysia, Presiden Yudhoyono tiba di Jakarta sekitar pukul 21.00 WIB. Presiden tiba di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma dengan pesawat Foker 100 milik Maskapai Penerbangan Merpati.
Bersama rombongan Presiden, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksaman Slamet Soebiyanto dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Djoko Suyanto [baca: Presiden Membantah Berkonfrontasi dengan Malaysia].(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)
Meski demikian, Badawi berharap sengketa dapat diselesaikan dengan damai. "Masalah yang dihadapi insya Allah diselesaikan dengan baik," ujar dia. Badawi juga sempat mengungkapkan hasil pembicaraan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono per telepon. Intinya, sengketa Ambalat akan diselesaikan lewat jalur diplomatik.
Ketegangan masih terjadi di sekitar perairan Ambalat. Selasa sekitar pukul 14.00 WITA, Kapal Republik Indonesia (KRI) Rencong yang tengah berpatroli di perairan Sebatik, Kalimantan Timur, mengusir kapal perang Kapal Diraja (KD) Pari milik Malaysia. Pasalnya, KD Pari mencoba masuk di perairan Indonesia.
Pertemuan KRI Rencong dan KD Pari terjadi secara tak sengaja. Saat tengah berpatroli, KRI Rencong berpapasan dengan KD Pari yang mencoba memasuki wilayah Indonesia. KRI Rencong langsung berkomunikasi dan menghampiri KD Pari. Tak ada insiden dalam peristiwa ini. KD Pari dengan cepat mengubah haluan dan kembali ke perairan Malaysia.
Setelah meninjau Nunukan, Kalimantan Timur dan perbatasan RI-Malaysia, Presiden Yudhoyono tiba di Jakarta sekitar pukul 21.00 WIB. Presiden tiba di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma dengan pesawat Foker 100 milik Maskapai Penerbangan Merpati.
Bersama rombongan Presiden, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksaman Slamet Soebiyanto dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Djoko Suyanto [baca: Presiden Membantah Berkonfrontasi dengan Malaysia].(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)