Jakarta Dinilai Kota Paling Korup

Hasil Survei TII menunjukkan sejumlah pelaku bisnis menganggap Jakarta adalah wilayah terkorup di Indonesia. Bea Cukai dinilai sebagai instansi pemerintah paling banyak menerima suap dari pelaku bisnis.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Februari 2005, 09:13 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah pelaku bisnis di Indonesia menganggap Jakarta adalah kota yang paling korup di Indonesia dengan indeks penilaian 3,87. Selain Jakarta, kota yang dinilai paling korup selanjutnya adalah Surabaya, Jawa Timur (3,93) dan Medan, Sumatra Utara (4,09). Demikian hasil survei yang disampaikan Transparency International Indonesia (TII) di Jakarta, Rabu (16/2).

TII melibatkan 1.305 responden dari dunia usaha lokal maupun internasional. Survei dilaksanakan Marketing Research Indonesia di 21 kota dan kabupaten di Indonesia. Rentang indeks penilaian dari 0 sampai 10. Angka 0 menunjukkan sangat korup. Sementara 10 menunjukkan bersih korupsi. Survei tersebut menunjukkan kabupaten/kota yang paling kurang korup adalah di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (5,63), Banjarmasin di Kalimantan Selatan (5,39), dan Makassar di Sulawesi Selatan (5,31).

Sementara Bea Cukai dinilai sebagai instansi pemerintah paling banyak menerima suap dari pelaku bisnis. Ketua TII Todung Mulya Lubis mengatakan, dari survei diketahui pelaku bisnis lokal menganggap korupsi adalah bagian dari kultur. Sikap apatis yang ditunjukkan lebih dari separuh responden juga tergambar dari tingginya harapan responden meminta perbaikan di lembaga pemerintahan termasuk lembaga peradilan dan penegakan hukum.(DNP/Zulkarnain dan Heri Supandi)

Berikut indeks lima besar dari 21 institusi yang menerima pembayaran suap pada 2004:

Institusi Jumlah Pembayaran Suap Total Suap yang Dibayar
Bea Cukai 140 Rp 22.914.212,83
Pajak 382 Rp 12.669.590,31
Kepolisian 288 Rp 5.792.002,16
Kementerian Pemerintah Pusat 56 Rp 5.185.034,40
BUMN 65 Rp 1.784.482,85

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya