Liputan6.com, Aceh Besar: Kondisi memprihatinkan terlihat di beberapa daerah di Nanggroe Aceh Darussalam. Hingga Senin (27/12), tumpukan mayat korban gempa dan empasan gelombang Tsunami masih berjejer di pinggir-pinggir jalan. Korban ini hasil evakuasi di sungai sekitar Aceh Besar oleh tim gabungan search and rescue, anggota TNI/Polri, serta warga sekitar.
Mayat-mayat yang ditemukan itu rencananya akan dimakamkan pada petang nanti setelah identitasnya diketahui. Selain di pinggir jalan, jasad para korban amukan Tsunami juga dikumpulkan di Pendopo kantor gubernur. Pada bangunan yang terbilang aman ini sejumlah warga terlihat sibuk mencari kerabatnya yang selama ini dinyatakan hilang.
Di sepanjang jalan Kota Aceh Besar warga terlihat panik. Mereka berusaha mencari tempat yang aman untuk berlindung. Kebanyakan warga memilih untuk berada di luar rumah karena takut dan trauma adanya gempa susulan seperti pada pagi tadi. Meski gempa susulan relatif kecil warga tetap sangat ketakutan [baca: Gempa Susulan Mengguncang Aceh].
Berdasarkan pemantauan reporter SCTV beberapa fasilitas umum seperti listrik, jaringan telekomunikasi, dan pasokan air bersih tak berfungsi. Beberapa ruas jalan yang ada di dalam kota juga retak-retak. Bisa dipastikan kondisi ini membuat kegiatan di seluruh wilayah ini menjadi lumpuh total.
Selain itu, tumpukan kayu dan genangan lumpur yang terbawa oleh arus Tsunami masih berserakan di beberapa sudut kota. Di beberapa sungai, bekas bangunan dan balok-balok yang terseret arus tampak bertumpukan. Diperkirakan di dalam gundukan itu masih ada korban yang tertimbun. Sejauh ini, tim evakuasi belum bisa membersihkan timbunan sampah Tsunami karena memprioritaskan penanganan mayat yang bergelimpangan di taah terbuka.
Menurut Badan Metereologi dan Geofisika gempa tektonik disertai gelombang pasang atau Tsunami yang bersumber di Samudera Hindia (Samudera Indonesia) hingga lima kilometer dari Banda Aceh dengan ketinggian air mencapai dua meter. Maka bisa dibayangkan tinggi gelombang di pantai bisa mencapai 10 meter atau dua kali pohon kelapa.
Dari informasi yang diperoleh SCTV, sekitar 700 personel Polisi Air dan Udara Brigade Mobil yang sedang dalam perjalanan pulang ke Aceh dinyatakan hilang. Ada dugaan mereka terjebak dan kemudian tersapu gelombang Tsunami. Para prajurit yang bermarkas di Makassar, Sulawesi Selatan ini, rencanannya akan pulang ke kampung halamannya masing-masing.(JUM/Frans Ambudi)
Mayat-mayat yang ditemukan itu rencananya akan dimakamkan pada petang nanti setelah identitasnya diketahui. Selain di pinggir jalan, jasad para korban amukan Tsunami juga dikumpulkan di Pendopo kantor gubernur. Pada bangunan yang terbilang aman ini sejumlah warga terlihat sibuk mencari kerabatnya yang selama ini dinyatakan hilang.
Di sepanjang jalan Kota Aceh Besar warga terlihat panik. Mereka berusaha mencari tempat yang aman untuk berlindung. Kebanyakan warga memilih untuk berada di luar rumah karena takut dan trauma adanya gempa susulan seperti pada pagi tadi. Meski gempa susulan relatif kecil warga tetap sangat ketakutan [baca: Gempa Susulan Mengguncang Aceh].
Berdasarkan pemantauan reporter SCTV beberapa fasilitas umum seperti listrik, jaringan telekomunikasi, dan pasokan air bersih tak berfungsi. Beberapa ruas jalan yang ada di dalam kota juga retak-retak. Bisa dipastikan kondisi ini membuat kegiatan di seluruh wilayah ini menjadi lumpuh total.
Selain itu, tumpukan kayu dan genangan lumpur yang terbawa oleh arus Tsunami masih berserakan di beberapa sudut kota. Di beberapa sungai, bekas bangunan dan balok-balok yang terseret arus tampak bertumpukan. Diperkirakan di dalam gundukan itu masih ada korban yang tertimbun. Sejauh ini, tim evakuasi belum bisa membersihkan timbunan sampah Tsunami karena memprioritaskan penanganan mayat yang bergelimpangan di taah terbuka.
Menurut Badan Metereologi dan Geofisika gempa tektonik disertai gelombang pasang atau Tsunami yang bersumber di Samudera Hindia (Samudera Indonesia) hingga lima kilometer dari Banda Aceh dengan ketinggian air mencapai dua meter. Maka bisa dibayangkan tinggi gelombang di pantai bisa mencapai 10 meter atau dua kali pohon kelapa.
Dari informasi yang diperoleh SCTV, sekitar 700 personel Polisi Air dan Udara Brigade Mobil yang sedang dalam perjalanan pulang ke Aceh dinyatakan hilang. Ada dugaan mereka terjebak dan kemudian tersapu gelombang Tsunami. Para prajurit yang bermarkas di Makassar, Sulawesi Selatan ini, rencanannya akan pulang ke kampung halamannya masing-masing.(JUM/Frans Ambudi)