Liputan6.com, Lampung Selatan: Al Imron, tenaga kerja Indonesia asal Desa Trimulyono, Tegineneng, Lampung Selatan, Lampung, tewas di Malaysia, baru-baru ini. Purnomo dan Sumiem, orang tua korban, belum mengetahui secara pasti penyebab kematian anaknya.
Menurut Purnomo, Al Imron berangkat sebagai TKI secara legal melalui PT Diva Karya Pratama di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, 5 Maret silam, dengan tujuan Brunei Darussalam. Lantaran itu, Purnomo kaget, tiba-tiba anaknya yang bekerja sebagai mekanik kapal dikabarkan tewas di Sarawak, Negeri Jiran.
Al Imron dikabarkan tewas akhir November silam. Namun, Purnomo baru menerima berita kematian anaknya sepekan kemudian melalui telepon rekan anaknya. Kabar tersebut jelas sangat memukul pasangan petani ini karena sejak berangkat korban tak pernah mengirim surat dan uang.
Purnomo telah melaporkan kasus ini ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lampung Selatan. Pihak Disnakertrans menegaskan, perusahaan pengerah jasa tenaga kerja-lah yang seharusnya bertanggung jawab. Sayangnya, setelah dicek PJTKI yang memberangkatkan Al Imron sudah pindah alamat.(YYT/Bisri Merduani dan Asep Saefullah)
Menurut Purnomo, Al Imron berangkat sebagai TKI secara legal melalui PT Diva Karya Pratama di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, 5 Maret silam, dengan tujuan Brunei Darussalam. Lantaran itu, Purnomo kaget, tiba-tiba anaknya yang bekerja sebagai mekanik kapal dikabarkan tewas di Sarawak, Negeri Jiran.
Al Imron dikabarkan tewas akhir November silam. Namun, Purnomo baru menerima berita kematian anaknya sepekan kemudian melalui telepon rekan anaknya. Kabar tersebut jelas sangat memukul pasangan petani ini karena sejak berangkat korban tak pernah mengirim surat dan uang.
Purnomo telah melaporkan kasus ini ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lampung Selatan. Pihak Disnakertrans menegaskan, perusahaan pengerah jasa tenaga kerja-lah yang seharusnya bertanggung jawab. Sayangnya, setelah dicek PJTKI yang memberangkatkan Al Imron sudah pindah alamat.(YYT/Bisri Merduani dan Asep Saefullah)