Liputan6.com, Kiev: Para pendukung kandidat Presiden Ukraina dari partai oposisi terus menggelar unjuk rasa. Bahkan, Kepala Gereja Katolik Ortodoks Ukraina turut memimpin unjuk rasa seusai kebaktian bersama di Kiev, Ahad (5/12). Dia menyerukan kepada Presiden Leonid Kuchma menyerahkan kekuasaan kepada kandidat presiden dari partai oposisi, Viktor Yushchenko.
Yushchenko yang juga turut berunjuk rasa mengimbau kepada pendukungnya untuk meneruskan tekanan kepada pemerintah. Dia juga mendorong ribuan demonstran tetap memblokade kantor-kantor pemerintah hingga Presiden Kuchma dan Perdana Menteri Viktor Yanukovych memastikan pemilihan umum ulang. Selain itu, dia meminta pemilu ulang yang berlangsung 26 Desember mendatang berlangsung adil dan jujur [baca: MA Memutuskan Pemilu Ukraina Tidak Sah].
Di pusat Kota Lviv, warga Katolik Roma dan Katolik Ortodoks berdoa bersama untuk Yushchenko. Mereka sempat menggelar long march sambil membawa lilin simbol harapan.(DNP/Uri)
Yushchenko yang juga turut berunjuk rasa mengimbau kepada pendukungnya untuk meneruskan tekanan kepada pemerintah. Dia juga mendorong ribuan demonstran tetap memblokade kantor-kantor pemerintah hingga Presiden Kuchma dan Perdana Menteri Viktor Yanukovych memastikan pemilihan umum ulang. Selain itu, dia meminta pemilu ulang yang berlangsung 26 Desember mendatang berlangsung adil dan jujur [baca: MA Memutuskan Pemilu Ukraina Tidak Sah].
Di pusat Kota Lviv, warga Katolik Roma dan Katolik Ortodoks berdoa bersama untuk Yushchenko. Mereka sempat menggelar long march sambil membawa lilin simbol harapan.(DNP/Uri)