Liputan6.com, Tegal: Bagi Lisa Andriyani, Ramadan adalah bulan yang sangat agung. Bahkan, petenis nasional asal Tegal, Jawa Tengah, itu sengaja meninggalkan segala kegiatan yang berkaitan dengan dunia tenis. Ia lebih memilih berkumpul bersama keluarga agar mampu meningkatkan kekhusuan dan kualitas ibadahnya kepada Sang Khalik.
Saat ditemui SCTV di rumahnya di Jalan Delima Nomor 58, Kelurahan Dampyak, Kecamatan Tegal Timur, baru-baru ini, Lisa mengaku sangat menikmati Ramadan bersama keluarga. Menurut peraih medali emas dalam Sea Games 2002 ini, ada kenikmatan yang tidak dapat diukur dengan apa pun jika bisa menjalankan ibadah puasa berkumpul bersama orang tua dan sanak keluarga.
Seperti biasa, usai menjalankan salat ashar, Lisa berbenah menyiapkan hidangan berbuka puasa. Meski mengaku tak pandai memasak, menyiapkan makanan untuk keluarga memberikan kepuasan tersendiri baginya. Sambil menunggu waktu berbuka, Lisa menonton acara televisi bersama keluarga. Selama Ramadan ini, anak bontot dari lima bersaudara buah hati pasangan Haji Sultoni dan Sri Winarni, berupaya meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah.
Kendati sejenak meninggalkan segala aktivitas olahraga, gadis kelahiran 2 Februari 1979 ini mengaku ingin tetap eksis berkarier di dunia tenis. Usai menjalankan puasa Lisa kembali berlatih dan kembali mengayunkan raketnya. Lisa akan mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan Woman Satellite yang memperebutkan hadiah US$ 10 ribu pada Desember mendatang.(TOZ/Sugihartono dan Budi Harto)
Saat ditemui SCTV di rumahnya di Jalan Delima Nomor 58, Kelurahan Dampyak, Kecamatan Tegal Timur, baru-baru ini, Lisa mengaku sangat menikmati Ramadan bersama keluarga. Menurut peraih medali emas dalam Sea Games 2002 ini, ada kenikmatan yang tidak dapat diukur dengan apa pun jika bisa menjalankan ibadah puasa berkumpul bersama orang tua dan sanak keluarga.
Seperti biasa, usai menjalankan salat ashar, Lisa berbenah menyiapkan hidangan berbuka puasa. Meski mengaku tak pandai memasak, menyiapkan makanan untuk keluarga memberikan kepuasan tersendiri baginya. Sambil menunggu waktu berbuka, Lisa menonton acara televisi bersama keluarga. Selama Ramadan ini, anak bontot dari lima bersaudara buah hati pasangan Haji Sultoni dan Sri Winarni, berupaya meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah.
Kendati sejenak meninggalkan segala aktivitas olahraga, gadis kelahiran 2 Februari 1979 ini mengaku ingin tetap eksis berkarier di dunia tenis. Usai menjalankan puasa Lisa kembali berlatih dan kembali mengayunkan raketnya. Lisa akan mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan Woman Satellite yang memperebutkan hadiah US$ 10 ribu pada Desember mendatang.(TOZ/Sugihartono dan Budi Harto)