Pemerintah Membantu Transaksi di Lantai Bursa

<I>Guna mengairahkan perdagangan di lantai Bursa, pemerintah berencana melepas saham-saham BUMN di BPPN.</I>

oleh Liputan6Diterbitkan 18 September 2000, 17:50 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah berencana melepas saham perusahaan-perusahaan yang dikuasai Badan Penyehatan Perbankan Nasional untuk menggairahkan perdagangan di lantai Bursa Efek Jakarta yang terkoreksi tajam lantaran tragedi pengeboman. Perkara itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Ramli, Senin (18/9) pagi, ketika bersama-sama jajarannya mengunjungi Gedung BEJ yang mulai diaktifkan.

Pada aktivitas perdagangan awal, Indeks Harga Saham Gabungan langsung terkoreksi tajam lebih dari 20 poin lantaran investor langsung melepas saham-saham yang dimiliki. Ini, selain berkaitan dengan masalah ledakan juga terkait dengan masalah politik dan keamanan serta lemahnya bursa di kawasan regional.

Menurut Menko Perekonomian, melemahnya IHSG tersebut hanya reaksi sesaat atas peritiwa peledakan. Sebab, ia menilai, penurunan itu tidak mengkhawatirkan. Kendati demikian, untuk mengairahkan perdagangan di lantai bursa, Rizal mengungkapkan bahwa pemerintah berencana untuk segera melepas saham-saham Badan Usaha Milik Negara di Badan Penyehatan Perbankan Nasional.

Namun, sebelum direalisasikan, Rizal mengaku akan mengkoordinasikan dengan Menteri Keuangan. Ini dimaksudkan agar perdagangan di BEJ lebih didominasi oleh transaksi jangka panjang, bukan hanya "menggoreng" saham-saham lapis kedua untuk aksi spekulasi.

Senada dengan Menko perekomonian, Ketua BEJ Mas Ahmad Daniri menilai penurunan itu bukan hanya disebabkan peristwa pengeboman, tetapi juga dipengaruhi perdagangan bursa di kawasan regional yang memang mengalami penurunan. "Misalnya, pada pembukaan pertama trading floor tidak mengalami gangguan. Kalaupun pasar turun, itu juga terlihat di Dow Jones, Kuala Lumpur, Hongkong, Singapura, terkecuali di Eropa yang terus mengalami kenaikan," kata Mas Ahmad Damiri.

Pada pembukaaan BEJ hari ini, pengawasan terhadap pengunjung yang memasuki gedung BEJ lebih diperketat. Petugas pengaman gedung dan dibantu aparat kepolisian terlihat seksama memeriksa tas pengunjung di setiap pintu masuk. Ini sengaja difokuskan untuk pengawasan, sedangkan penambahan peralatan hingga kini belum dilakukan lantaran standar pengamanan gedung sudah memenuhi syarat.(AWD/Arfan Yap Bano dan Zakaria)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya