Purnomo Yusgiantoro Tetap Menteri ESDM

Purnomo mengaku tak terkejut dengan keputusan SBY yang tetap memplotnya di pos Menteri ESDM. Lelaki ini punya pengalaman yang luas menangani masalah-masalah terkait dengan sumber daya alam.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Oktober 2004, 09:40 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Ada yang datang dan ada yang pergi. Begitulah wajah Kabinet Indonesia Bersatu. Susilo Bambang Yudhoyono hanya menyisakan lima menteri dari Kabinet Gotong Royong bentukan Pemerintah Megawati Sukarnoputri. Mereka masing-masing Hassan Wirajuda, Hatta Rajasa, Purnomo Yusgiantoro, Yusril Ihza Mahendra, dan Bachtiar Chamsyah. Selain mereka, semuanya wajah baru.

Dari kelima "orang lama" itu mungkin cuma Purnomo dan Bachtiar sebagai pengecualian. Kalau ketiga rekannya diberi pos baru, keduanya tetap diplot di jabatan yang sama dengan sebelumnya. Purnomo tetap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sedangkan Bachtiar memimpin Departemen Sosial.

Purnomo mengaku tak kaget dengan keputusan SBY. Yang jelas, ke depan, dia berjanji akan mengemban tugas dan tanggung jawab sebaik mungkin. Purnomo paham tantangan di sektor pertambangan dan energi cukup berat. "Kabinet saya membutuhkan terobosan," kata Sarjana Teknik, Institut Teknologi Bandung, tak lama setelah pengangkatan, Kamis (21/10) dini hari tadi.

Menilik track record atau rekam jejaknya, Purnomo memang layak menduduki jabatan Menteri ESDM. Lelaki kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 16 Juni 1951, ini adalah teknolog dan ekonom yang mempunyai latar belakang pengalaman dan jabatan internasional mumpuni, khususnya dalam lingkup sumber daya alam.

Bapak tiga anak ini punya pengalaman yang luas menangani masalah-masalah terkait dengan sumber daya alam. Periode 1989-1992, suami Sri Murniati Sachro ini tercatat sebagai Wakil Pimpinan perusahaan konsultan sumber daya (Resource Development Consultant). Lembaga ini aktif melakukan konsultasi bidang-bidang ekonomi pembangunan, baik nasional maupun regional.

Purnomo pernah menjabat sebagai Ketua Tim Kebijaksanaan Harga Energi, proyek kerja sama Bank Dunia dan Departemen Pertambangan dan Energi. Staf Pengajar, Pasca-Sarjana Magister Manajemen dan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan di Universitas Atma Jaya, Jakarta, ini pernah menjadi Ketua Tim Kebijaksanaan Ekonomi untuk Pembangunan Berkelanjutan, kerja sama antara Bank Pembangunan Asia dan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup (KLH).

Periode 1974 sampai 1985, Purnomo menjadi konsultan sumber daya alam di Basic Earth Science System (BESSI) dan bekerja di lintas negara, Indonesia dan Amerika Serikat. Kurun waktu yang bersamaan dia ditugaskan sebagai ahli perminyakan di Inca Oil Company yang melakukan kegiatan eksplorasi di Laut Cina Selatan, Indonesia.

Sebelum menjabat sebagai Menteri ESDM, Purnomo pernah memangku jabatan penting lainnya. Sampai saat ini, dia masih tercatat sebagai Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Dia menjadi Penasihat Menteri Pertambangan dan Energi (1993-1998). Di periode itu, Purnomo juga ditunjuk sebagai Gubernur OPEC. Sebelumnya dia juga penah menjabat Ketua II Bidang Pemasaran Dalam dan Luar Negeri, Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina (DKPP).(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya