Pagi Ini, Penyanderaan WNI Dibahas Deplu

Departemen Luar Negeri akan menggelar rapat darurat untuk membahas kasus penyanderaan dua wanita WNI di Irak. Deplu juga masih menunggu informasi tentang kepastian identitas dan keberadaan sandera.

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Oktober 2004, 11:04 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Departemen Luar Negeri akan mengadakan rapat darurat terkait kasus penyanderaan dua wanita warga negara Indonesia (WNI)di Irak. Rencananya, rapat yang berlangsung pagi hari ini akan membahas langkah-langkah untuk menindaklanjuti kasus penyanderaan itu. Soal tersebut diungkapkan Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Ferry Adamhar di Jakarta, Jumat (1/10) pagi.

Menurut Ferry, Deplu hingga kini masih akan memastikan informasi identitas dua sandera tersebut. Sebelumnya, kedua sandera disebut bernama Rosidah Binti Anom dan Rafikan Binti Aming asal Jakarta. Deplu juga akan mencari tahu keberadaan kedua sandera dan keluarganya dari sejumlah lembaga di Irak dan Indonesia. "Kita juga sudah bertanya ke perusahaan pengiriman serta pihak imigrasi," kata Ferry.

Informasi yang didapatkan juga dimaksudkan agar pihak Deplu dapat memberikan informasi tentang kedua sandera kepada keluarganya. Ferry juga mengungkapkan temuan tentang keberadaan sejumlah mahasiswa Indonesia di Irak.

Seperti yang diketahui, penyanderaan ini terungkap setelah stasiun televisi berbahasa arab, Al-Jazeera memberitakannya. Dikatakan, penculikan terjadi terhadap enam warga Irak, dua warga Lebanon, dan warga Indonesia. Rekaman video yang dikirim ke Al-Jazeera hanya menunjukkan dua orang sandera saja. Al-Jazeera juga mengungkapkan bahwa semua sandera bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi asal Inggris [baca: Dua Wanita Indonesia Diculik di Irak].(OZI/Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya