Buruh Sarasa Nugraha Masih Bertahan

Puluhan buruh PT Sarasa Nugraha Tbk memilih bertahan di depan pabrik tempat mereka bekerja. Tuntutan mereka tidak berubah, yakni meminta pesangon atas pemutusan hubungan kerja dan delapan bulan gaji.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 02 September 2004, 19:40 WIB
Puluhan buruh PT Sarasa Nugraha Tbk memilih bertahan di depan pabrik tempat mereka bekerja. Tuntutan mereka tidak berubah, yakni meminta pesangon atas pemutusan hubungan kerja dan delapan bulan gaji.

Liputan6.com, Tangerang: Unjuk rasa buruh PT Sarasa Nugraha Tbk yang menuntut pembayaran pesangon atas pemutusan hubungan kerja dan delapan bulan gaji masih berlanjut. Dari pemantauan SCTV hingga Kamis (2/9) petang, puluhan pengunjuk rasa masih bertahan dan mendirikan tenda darurat di depan pabrik PT Sarasa Nugraha Tbk di Balaraja, Tangerang, Banten. Mereka memasang spanduk berisi tuntutan agar pemilik pabrik segera memenuhi kewajibannya. Menurut Tin Sukaesih, salah seorang buruh, penutupan PT Sarasa Nugraha secara sepihak membuat mereka kesal. Pemberitahuan penutupan pabrik juga dilakukan saat mereka baru pulang kerja pada awal Februari silam. Sepengetahuan mereka, pabrik garmen itu hanya ditutup sementara. Namun hingga kini, nasib buruh tidak jelas dan manajemen pabrik pun tidak membayar uang pesangon yang seharusnya diterima mereka. Tin menuturkan, kesejahteraan hidupnya semakin tak menentu semenjak di-PHK sebagai buruh PT Sarasa Nugraha. Bersama dua anak dan suaminya, Tin tinggal di rumah berukuran 4 X 4 meter yang dikontrak senilai Rp 80 ribu per bulan. Ketika masih bekerja sebagai buruh pabrik, Tin terakhir digaji sebesar Rp 640 ribu per bulan. Dengan upah sebesar itu, Tin mengaku hanya bisa hidup pas-pasan. Kini jangankan untuk membayar uang kontrak atau uang sekolah anak, untuk makan pun Tin Sukaesih terpaksa mengutang pada tetangga. Dulu setiap pagi, Tin berangkat ke tempat kerja yang ditempuhnya selama 30 menit dengan kendaraan umum. Namun, selama delapan bulan terakhir, keberangkatan Tin ke pabrik tidak lagi untuk bekerja melainkan untuk turut berjuang menuntut hak mereka dan berharap agar pabrik tempatnya bekerja selama 12 tahun terakhir dibuka lagi. Sebelumnya, para buruh pabrik ini sempat menginap di Kantor Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, selama dua pekan. Namun, kemarin petang, mereka dipulangkan ke Tangerang [baca: Buruh PT Sarasa Nugraha Menginap di Pabrik]. Mereka pun melanjutkan aksinya di depan pabrik PT Sarasa Nugraha.(TOZ/Aprilia Melissa dan Gatot Budi Santosa)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya