HMI Yogyakarta Mendesak PB HMI Dibubarkan

Sejumlah alumnus PB HMI dianggap sudah terjebak politik kekuasaan karena mendukung capres Megawati. HMI Cabang Yogyakarta akan memboikot kegiatan organisasi dan membentuk gerakan Neo-HMI Community.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Agustus 2004, 05:33 WIB
Liputan6.com, Yogyakarta: Dukungan sejumlah alumnus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terhadap calon presiden Megawati Sukarnoputri mulai menuai kritik. Jumat (14/8), puluhan aktivis HMI Cabang Yogyakarta menyatakan keluar dari keorganisasian dan menuntut Pengurus Besar HMI (PB HMI) dibubarkan. HMI Yogyakarta selanjutnya memproklamirkan diri dengan membentuk gerakan Neo-HMI Community. Pernyataan sikap ini dilontarkan seusai melaksanakan long march dari Tugu Putih sampai Kantor Pos Besar Yogyakarta di Kota Yogyakarta.

Bukan tanpa alasan HMI Cabang Yogyakarta bersikap menentang pernyataan mendukung Megawati. Mereka menilai, PB HMI telah terjebak dalam politik kekuasaan. Idealisme PB HMI sebagai tulang punggung gerakan rakyat juga dianggap tidak sejalan lagi. Karena itulah, mereka akan memboikot kegiatan HMI di Yogyakarta dan membentuk gerakan Neo-HMI Community.

Dukungan terhadap Megawati-Hasyim Muzadi terungkap dalam sebuah dialog antara Presiden dan sejumlah alumnus PB HMI di Istana Negara, pekan silam. Alumnus HMI yang hadir antara lain mantan Ketua Umum PB HMI Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Judil Herry Justam, bekas Ketua HMI Cabang Jakarta Bursah Zanurbi, dan mantan Ketua HMI Cabang Yogyakarta Lukman Hakiem [baca: Gus Dur: Jangan Tergesa-gesa Menentukan Pilihan]. Mereka terang-terangan mendukung kandidat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan karena yakin Megawati dan Hasyim mampu mewujudkan supremasi sipil.(KEN/Wiwiek Susilo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya