Pembongkaran Asrama Brimob Baciro Ricuh

Keluarga Salam, pensiunan Brigade Mobil yang tidak puas dengan ganti rugi Rp 3 juta, memblokir jalan di Kompleks Asrama Brimob di Baciro, Yogyakarta, serta membakar sejumlah barang dan ban bekas.

oleh Liputan6Diterbitkan 10 Agustus 2004, 20:06 WIB
Liputan6.com, Yogyakarta: Keluarga Salam mencak-mencak disuruh meninggalkan asrama Brigade Mobil di Baciro, Yogyakarta, Selasa (10/8) siang. Keluarga pensiunan Brimob ini baru mau keluar dari kompleks tersebut setelah menerima ganti rugi sebesar Rp 15 juta. Sementara Kesatuan Brimob Yogyakarta hanya mau membayar Rp 3 juta.

Tidak puas dengan penggusuran paksa ini, keluarga Salam memblokir jalan serta membakar sejumlah ban bekas dan barang-barang dari rumah keluarga Salam yang sudah dibongkar. Keluarga Salam yang menempati rumah berlokasi persis di depan Kantor Satbrimob Kepolisian Daerah Yogyakarta ini menilai pembongkaran paksa tanpa seizin pemilik rumah adalah tindakan sewenang-wenang.

Di sisi lain, pihak Satbrimob menyatakan, tuntutan keluarga pensiunan tersebut berlebihan. Aturannya, setelah pensiun, mereka tidak berhak lagi menghuni lokasi asrama. Sedangkan mengenai uang Rp 3 juta, itu cuma uang tali asih, bukan kewajiban Polda Yogyakarta.

Protes atas rencana pengosongan asrama Brimob Baciro ini sudah mencuat sejak Februari silam. Puluhan perwakilan pensiunan Polri menghubungi Kantor Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta untuk mendampingi mereka dalam kasus tersebut. Mereka meminta perlindungan sehubungan dengan rencana pengosongan asrama oleh Polda Yogyakarta dan intimidasi yang dialami. Para pensiunan ini bertekad bertahan dengan alasan tanah yang mereka tempati adalah milik Keraton Yogyakarta, bukan milik Polda [baca: Pensiunan Polisi Menentang Pengosongan Asrama].(TNA/Wiwik Susilo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya