Blok G Tanah Abang Sepi, Jokowi: Jangan Semua Minta Disuntik

Untuk meningkatkan ketertarikan pengunjung, Pemprov DKI telah melakukan berbagai upaya

oleh Andi Muttya Keteng diperbarui 25 Feb 2014, 15:08 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui, minat warga untuk mengunjungi Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat masih kurang. Namun, untuk masalah laku atau tidaknya barang dagangan, menurutnya tergantung strategi pedagang.

"Itu urusan pedagang. Jangan semuanya minta disuntik, malah enterpreneurship-nya hancur," ujar Gubernur yang biasa disapa Jokowi ini usai mengunjungi Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2014).

Untuk meningkatkan ketertarikan pengunjung, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya. Seperti pembangunan jembatan penghubung Blok A dan Blok B ke Blok G yang tak lama lagi selesai, dan pembangunan elevator yang baru akan dimulai.

Selain itu, untuk promosi, setiap Jumat hingga Minggu, disediakan hiburan musik keroncong, band, dan lainnya. Ada pula hadiah mobil dan motor. Begitu juga galeri ATM serta pusat jajanan yang disediakan dan diperbaiki.

"Semuanya secara bisnis sudah kita kerjain. Tapi semuanya jangan minta instan. Ini kan semuanya masih dalam proses. Itu harus ada magnetnya, supaya ada orang kalau mau tidak mau harus ke situ. Kan segala upaya sudah dilakukan," ujarnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, omzet pedagang Pasar Blok G Tanah Abang mengalami penurunan yang signifikan. Sehingga ratusan pedagang terpaksa menutup kios dan berjualan di jalan-jalan kecil di sekitar kawasan Blok G. Pemprov DKI juga mendukung bila tukang sablon dari Pasar Senen ke lantai III Blok G. (Mvi/Ism)

Baca juga:

Jokowi Dukung Pemindahan Tukang Sablon Pasar Senen ke Blok G
PKL Blok G ke Jalan Lagi, Ahok Curiga Bukan Pedagang Asli
Jokowi Sindir Ibu-ibu PKK: Jangan Cuma ke Mal, Tapi Pasar Blok G

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya