Liputan6.com, Tegal - Perjalanan rombongan Bobotoh menuju stadion untuk mendukung Persib Bandung justru berakhir tragis di Tol Tegal, Jawa Tengah.
Sebuah minibus travel yang mengangkut para pendukung Maung Bandung menghantam truk di Kilometer 282 Jalur A, Minggu (8/11/2026) pagi.
Advertisement
Bagian depan kendaraan ringsek dan tiga orang menjadi korban. Satu korban di antaranya yang sempat dilaporkan dalam kondisi kritis, akhirnya meninggal dunia. Korban meninggal diketahui bernama Baba Robby atau akrab disapa Tile.
Sementara itu, dua Bobotoh lainnya, dilaporkan mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Insiden nahas itu terjadi ketika rombongan Bobotoh tengah menempuh perjalanan tandang untuk menyaksikan pertandingan Persib Bandung melawan Java United di Stadion Jati Diri Semarang.
Namun, perjalanan yang semula dipenuhi semangat mendukung tim kebanggaan berubah menjadi kabar duka.
Informasi awal kecelakaan tersebut beredar melalui media sosial X. Salah satunya diunggah akun Cirebon Jeh (@naimvcu). Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut sebuah kendaraan travel yang membawa rombongan Bobotoh kecelakaan setelah bertabrakan dengan truk di KM 282 Jalur A Tol Tegal.
Pada laporan awal, terdapat tiga korban dalam insiden tersebut. Dua orang dilaporkan mengalami luka ringan. Sedangkan satu korban lainnya mengalami luka serius hingga harus mendapatkan penanganan medis.
Kabar mengenai kondisi para korban kecelakaan kemudian berkembang. Akun Instagram @centralssoulcrew mengabarkan bahwa Bobotoh yang sebelumnya dilaporkan kritis, Baba Robby alias Tile, meninggal dunia.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun, telah meninggal saudara kita Baba Robby 'Tile'," tulis akun tersebut melalui Instagram Story.
Sementara itu, kepergian Tile meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta sesama Bobotoh. Ia merupakan salah satu pendukung Persib Bandung yang tengah melakukan perjalanan tandang demi memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangannya.
Kecelakaan ini pun menjadi kabar pilu bagi komunitas pendukung Persib Bandung. Perjalanan yang seharusnya menjadi momen kebersamaan dan dukungan untuk Maung Bandung justru berakhir dengan kehilangan salah satu anggotanya.