KA Sangkuriang Tambah 6 Stasiun Pemberhentian di Gapeka 2026

Mulai Desember 2026, KA Sangkuriang relasi Bandung-Ketapang PP mendapat tambahan 6 stasiun pemberhentian. Okupansi penumpang laris manis.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 07 November 2026, 15:00 WIB
Penerapan Gapeka 2026 dongkrak kapasitas angkut KAI sebanyak 8.466 tempat duduk per hari.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Kereta Api (KA) Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang PP bakal mendapat tambahan titik pemberhentian mulai 1 Desember 2026. Penyesuaian ini tertuang dalam penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 yang menambah enam titik berhenti per perjalanan untuk KA Sangkuriang.

KA Sangkuriang menjadi salah satu dari 84 perjalanan KA yang memperoleh tambahan stasiun pemberhentian. Kereta api yang tergolong baru ini bahkan mencatatkan penambahan titik berhenti terbanyak dibandingkan rangkaian KA lainnya.

Mengutip data Gapeka 2026 dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), pada rute Bandung–Ketapang terdapat tambahan pemberhentian di Stasiun Cibatu, Rajapolah, Kebumen, Tanggul, Kalisetail, dan Rogojampi. Sementara untuk rute sebaliknya, Ketapang–Bandung, tambahan berhenti berada di Stasiun Rogojampi, Kalisetail, Tanggul, Kebumen, Rajapolah, dan Klakah.

VP Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba menjelaskan, KA Sangkuriang menjadi salah satu rangkaian yang paling diminati masyarakat meski baru mengudara sejak Mei 2026.

"Sangkuriang belum 6 bulan dia sudah bisa memiliki okupansi hampir 300% tadi. Jadi di hari libur itu bisa 285–286% untuk okupansi dari Sangkuriang," ujar Anne di Jakarta, dikutip Sabtu (7/11/2026).

Penambahan enam titik berhenti ini turut memengaruhi durasi perjalanan. Rute Bandung–Ketapang kini ditempuh dalam waktu 16 jam 57 menit (lebih lama 50 menit). Sebaliknya, rute Ketapang–Bandung justru makin singkat menjadi 16 jam 44 menit (lebih cepat 46 menit).

Sejak diluncurkan pada Mei hingga September 2026, KA Sangkuriang tercatat telah melayani 330.186 pelanggan. Tingkat keterisian rata-rata pada periode Juli–September 2026 bahkan mencapai 240,53%.

 

Kapasitas Angkut Kereta Api Meningkat

Penerapan Gapeka 2026 dongkrak kapasitas angkut KAI sebanyak 8.466 tempat duduk per hari. KAI memetakan sebanyak 1.214 titik perlintasan sebidang. (Foto: istimewa)

Penerapan Gapeka 2026 per 1 Desember 2026 juga membawa kabar baik berupa peningkatan kapasitas angkut Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). KAI menyediakan tambahan 8.466 tempat duduk per hari untuk layanan di Jawa maupun Sumatra.

Secara total, kapasitas tempat duduk KAJJ harian naik dari 168.316 menjadi 176.782 kursi, atau tumbuh 5,03 persen dibandingkan Gapeka 2025.

"Kami memproyeksikan adanya penambahan orang menggunakan kereta per tahun itu di angka 8 sampai 12% per tahun. Sehingga Grafik Perjalanan Kereta ini tujuannya tadi ada penambahan kapasitas angkutnya," kata Anne.

Di Jawa, kapasitas KA antarkota meningkat 3,89 persen menjadi 137.846 tempat duduk per hari. Sementara di Sumatra, kapasitas melonjak 9,26 persen menjadi 38.936 tempat duduk per hari.

 

Batal Ubah Nama Kereta Api

Di sisi lain, KAI memutuskan untuk membatalkan rencana perubahan nama sejumlah KA dalam Gapeka 2026. Nama-nama kereta yang sudah familier di tengah masyarakat dipastikan tetap dipertahankan.

Anne membeberkan, wacana perubahan nama awalnya ditujukan untuk simplifikasi penggabungan relasi perjalanan agar penambahan armada tidak makin menambah keragaman nama kereta.

"Tetapi, ternyata banyak sekali masukan yang memiliki hubungan yang sangat erat dengan layanan, operasi maupun sejarah perkeretaapian ini, sehingga kita memutuskan untuk dikembalikan," tegas Anne.

Ia mengingatkan masyarakat bahwa poin utama dalam Gapeka 2026 adalah penyesuaian relasi antar kota. Pelanggan diimbau tetap mencermati rute dan jadwal keberangkatan terbaru saat melakukan pemesanan tiket.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya