Liputan6.com, Jakarta - PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH), perusahaan bergerak di media advertising melalui anak usaha PT Cakrawala Nexus Investama (CNI) akan akuisisi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (6/11/2026), CN akan mengambilalih sebagian ekuitas INET milik PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara (AKUN). Rencana transaksi pengambilalihan saham itu atas sejumlah 29,88% ekuitas INET dengan harga transaksi Rp 300 per saham.
Advertisement
Harga saham INET dalam transaksi ini lebih tinggi dari penutupan perdagangan saham Jumat, 6 November 2026. Berdasarkan data RTI, harga saham INET ditutup turun 1,86% ke Rp 158 per saham.
Berdasarkan perjanjian pengikatan jual beli saham, CNI akan membeli sebanyak 6.685.000.000 saham INET yang dimiliki AKUN atau setara 29,88% dari modal ditempatkan dan disetor penuh INET. Dengan asumsi harga pembelian sebesar Rp 300 per saham, nilai transaksi mencapai Rp 2.005.500.000.000 atau Rp 2,005 triliun.
Perseroan melakukan akuisisi ini seiring upaya memperkuat posisi usaha melalui diversifikasi dan penguatan portofolio termasuk pada sektor yang memiliki keterkaitan dan sinergi dengan ekosistem bisnis perusahaan.
Seiring perkembangan ekonomi digital di Indonesia, kebutuhan terhadap infrastruktur digital, konektivitas, pusat data (data center), komputasi berbasis Artificial Intelligence (AI), serta berbagai layanan digital lainnya diperkirakan akan terus meningkat.
Kondisi tersebut mendorong munculnya berbagai peluang investasi pada perusahaan-perusahaan yang memiliki fundamental usaha yang baik dan prospek pertumbuhan jangka panjang. Melalui CNI sebagai investment vehicle, Perseroan akan mengambilalih ekuitas INET.
DOOH Gelar Rights Issue
Sementara itu, DOOH juga akan menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. DOOH akan menawarkan saham maksimal 154,77 miliar saham dalam rangka rights issue. Jumlah itu setara 95,24% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD-nya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan atau dilusi maksimal 95,24%.
Dana hasil rights issue akan dipakai untuk melunasi utang kepada PT Sinergi Internasional Investama selaku pemegang saham pengendali Perseroan. Sisa dana rights issue akan dipakai untuk ekspansi dan pengembangan usaha di bidang ekosistem AI.
Untuk menggelar aksi korporasi ini, DOOH akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 9 November 2026.