Japanese Film Festival 2026 Segera Dimulai, Tokyo Taxi Jadi Film Pembuka

JFF 2026 akan dibuka dengan pemutaran film "Tokyo Taxi" di CGV Grand Indonesia pada Kamis (12/11/2026).

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 06 November 2026, 20:11 WIB
Press Conference Japanese Film Festival 2026 Jumat (6/11/2026) (Dok: Liputan6/Nasywa Fakhirah)

Liputan6.com, Jakarta - Japanese Film Festival (JFF) kembali digelar pada 12 November hingga 20 Desember 2026 di sembilan kota di Indonesia. Tahun ini, masyarakat Indonesia menikmati 13 film Jepang.

Festival yang sudah ada sejak 2016 ini akan digelar di CGV Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Yogyakarta, Makassar, Medan, Bandung, Palembang, dan Padang.

Senior Program Officer Divisi Budaya Japan Foundation Puput Setia Susanti mengatakan film-film yang hadir dibagi menjadi beberapa kategori yang terdiri dari banyak genre drama yang merefleksikan situasi hubungan manusia.

"Tahun ini kami bawakan 13 film, yang lebih sedikit dari tahun lalu yang kami bawa sekitar kira-kira 15 film dan kami bagi menjadi beberapa kategori. Sebetulnya, film-filmnya banyak di drama yang relatable dengan situasi hubungan manusia," jelas Puput dalam konferensi pers JFF 2026 Jumat (6/11).

Kategori-kategori tersebut adalah Destined Encounters berisikan tiga film tentang perjalanan pertemuan baik, lalu ada Timeless Classic dengan tiga film yang sangat ditunggu-tunggu karena jarang tayang, termasuk film legendaris Love Letter, kemudian tiga film Heartfelt Ambition yang Puput sebut sebagai film unyu-unyu yang menggambarkan ketulusan dan ambisi yang tulus. Yang terakhir ada Unbreakable Resolve film tentang keteguhan dengan banyak adegan kekerasan.

Untuk pemilihan film yang akan tayang, Puput mengatakan hal ini bervariasi tergantung dengan karakter penonton dari negara itu sendiri.

"JFF ada di beberapa negara dan kami mendapatkan banyak sekali peninjau film di kantor pusat kami di Tokyo. Semua cabang, semua negara, harus nonton semua film itu dan memberikan opini, bagaimana pendapat film ini menurut masing-masing," tutur Puput menjawab pertanyaan dari Liputan6.com.

Puput menambahkan bahwa karena karakter penonton tiap negara berbeda, akhirnya kantor pusat menentukan film-film yang mayoritas bisa dinikmati banyak negara.

"Dan memang dari awal sebetulnya JFF ingin menampilkan film-film terbaru tiga tahun terakhir dari beragam genre. Jadi berusaha sebisa mungkin melengkapi genre-genre yang ada di dalam film walaupun tahun ini kami belum bisa membawa dokumenter," jelasnya.

Berikut jadwal JFF di sembilan kota di Indonesia:

Jakarta: CGV Grand Indonesia 12-15 November 2026

Surabaya: CGV BG Junction 20-22 November 2026

Balikpapan: CGV Plaza Balikpapan 21-22 November 2026

Yogyakarta: CGV Pakuwon Mall Jogja 11-13 Desember 2026

Makassar: CGV Panakkukang Square 11-13 Desember 2026

Medan: CGV Focal Point 12-13 Desember 2026

Bandung: CGV Paskal 23 Shopping Center 18-20 Desember 2026

Palembang: CGV Social Market 18-20 Desember 2026

Padang: CGV Raya Padang 19-20 Desember 2026

 

Permainan Mengumpulkan Cap Stempel untuk Merchandise

Konferensi Pers Japanese Film Festival 2026 Jumat (6/11/2026) (Dok: Liputan6/Nasywa Fakhirah)

Direktur Jenderal The Japan Foundation Inami Kazumi, yang turut hadir sebagai pembicara, mengungkapkan bahwa salah satu hal yang membedakan penyelenggaraan JFF tahun ini adalah program stamp rally dan merchandise hunt.

Melalui program stamp rally, penonton dapat mengumpulkan stempel setelah membeli dan mencetak tiket film. Stempel yang terkumpul nantinya dapat ditukarkan dengan hadiah berupa merchandise.

"Sekarang banyak festival film yang lain maupun MRT yang mengadakan stamp rally, kumpulan stempel yang bisa ditukarkan dengan merchandise. Tapi kami sebagai pelopor program stamp rally bisa turut dibanggakan. Kami tetap mengadakan stamp rally dan tidak mau kalah di merchandise," ujar Inami.

Sementara itu, Puput menjelaskan bahwa penonton yang ingin mengikuti stamp rally harus memiliki keanggotaan CGV dan mencetak tiket film yang telah dibeli.

Selanjutnya, penonton dapat mendatangi stan pengambilan paspor stamp rally dengan menunjukkan nama dan nomor keanggotaan CGV. Setelah itu, mereka akan mendapatkan paspor yang digunakan untuk mengikuti program pengumpulan stempel tersebut.

Selain membahas program tahun ini, Inami menjelaskan latar belakang penyelenggaraan JFF. Menurutnya, sekitar 10 tahun lalu, masyarakat Indonesia masih memiliki kesempatan yang terbatas untuk menyaksikan film-film Jepang terbaru karena jarang diputar di bioskop Tanah Air.

"Karena itu, niat pertama dari Japan Foundation adalah memperkenalkan film Jepang terbaru di Indonesia. Tujuan lainnya adalah menciptakan, membuat kalangan atau tempat bertemunya para penggemar film Jepang di Indonesia," jelasnya.

Selain menonton film Jepang, penonton juga dapat menjadi sukarelawan untuk mendukung JFF.

 

Kerja Sama yang Panjang dengan CGV

Informasi Japanese Film Festival 2026 Jumat (6/11/2026) (Dok: Liputan6/Nasywa Fakhirah)

Kemitraan CGV dengan JFF telah dimulai sejak 2017.

Content Acquisition dan Distribution Head CGV Cinemas Indonesia Adhizeza Nandra menilai JFF mendapatkan antusiasme yang besar dari masyarakat Indonesia, sehingga para penonton harus rebutan agar dapat tiket dan kursi terbaik.

"Kita melihat festival ini adalah satu hal yang memang harus kita selalu dukung dari CGV, satu hal yang memang selalu kita nantikan setiap tahunnya," tutur Adhizeza.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal pemutaran film dan rangkaian kegiatan JFF 2026, masyarakat dapat mengunjungi situs resmi Japan Foundation di https://ja.jpf.go.jp/jff/

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya