Peternak Bisa Titip Jagung di Bulog, Diambil saat Paceklik Bahan Baku Pakan

Mentan Andi Amran Sulaiman menuturkan, pihaknya akan membangun ekosistem peternak.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 06 November 2026, 08:28 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman menilai, sistem resi gudang dapat membantu peternak saat sulit bahan baku pakan. (Foto: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyusun solusi permanen masalah pakan ternak. Ke depan,  ada sistem terintegrasi dari petani jagung ke peternak rakyat.

Amran menjelaskan, skema ini memungkinkan petani dalam lingkup binaan kelompok peternak untuk memproduksi jagung. Hasil panen bisa diserap langsung. Ketika jumlahnya berlebih, maka bisa dibeli oleh Perum Bulog.

"Ini tanam jagung, kemudian offtakernya peternak, kalau berlebih jagungnya dibeli oleh Bulog. Menjadi resi gudang. Begitu masa peceklik, September, Oktober, November, itu boleh diambil kembali oleh peternak yang mendampingi dari Bulog. Jadi nanti ini suatu ekosistem, ini solusi permanen,” kata Amran dalam keterangan resmi, Jumat (6/11/2026).

Dia menyadari peternak biasanya kesulitan bahan baku pakan menjelang akhir tahun. Maka, sistem resi gudang tadi dinilai mampu menjadi solusi. Di sisi lain, pemerintah dan Perum Bulog serta BUMN Pangan ID Food juga menyalurkan bahan baku pakan dengan harga murah.

Bulog memberikan jagung subsidi stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebesar Rp 5 ribu per kilogram (kg), jauh lebih rendah dari harga komersial sekitar Rp 7.000 - Rp 7.400 per kg. ID Food juga menyalurkan soybean meal (SBM) dengan harga terjangkau.

Salah satunya, Amran menyalurkan 180 ton jagung SPHP bagi 18 kelompok peternak rakyat di Blitar, Jawa Timur. “Kami hari ini tunaikan janji. Setelah peternak, semua Indonesia perwakilan ada seribu lebih ke Jakarta. Menemui kami, kita rencanakan ke depan membangun ekosistem peternak. Kita mulai dari hulu sampai hilir,” ujar Amran.

 

Alihkan Anggaran Negara

Mentan Andi Amran Sulaiman menilai, sistem resi gudang dapat membantu peternak saat sulit bahan baku pakan. (Foto: istimewa)

Amran menjelaskan, untuk mendukung petani dan peternak, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3,7 triliun, termasuk bagi petani jagung. Dana tersebut bersumber dari penghematan biaya di Kementerian Pertanian dan Bapanas.

"Kami alihkan karena peternak butuh bantuan, kami alihkan anggaran kurang lebih Rp 3,7 triliun semuanya, termasuk petani jagung. Ini demi petani-peternak Indonesia,” tegas Amran.

Secara nasional, pelaksanaan SPHP Jagung hingga 5 November 2026 telah melibatkan 151 koperasi atau asosiasi dengan total 11.658 peternak. Pembelian jagung melalui koperasi tercatat mencapai sekitar 235 ribu ton atau 60,75 persen dari pagu sebesar 387 ribu ton.

 

Peternak Sempat Berutang

Peternak Bisa Titip Jagung di Bulog, Diambil Masa Paceklik Bahan Baku Pakan

Salah satu peternak asal Blitar, Irfan mengaku sempat kesulitan membeli jagung untuk pakan ternak. Karena harga tinggi, dia harus rela berutang agar hewan ternaknya bisa mendapat pasokan pakan.

Jagung SPHP dengan harga murah menurut dia, bisa membantu langsung. Hal tersebut turut menurunkan beban biaya produksi peternak.

"Alhamdulillah sangat senang sekali dapat bantuan dari Bapak Amran. Kondisi sebelumnya kan saya soal jagung itu kan nggak bisa beli cash itu belinya hutang jadi harga lebih tinggi. Sedangkan ini saya mendapatkan bantuan jagung lebih murah jadi beban agak berkurang dari pembelian jagung,” ungkap Irfan.

Harga Jagung SPHP Bantu Peternak

Ketua Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni Asuti, mengatakan keberadaan jagung SPHP sangat membantu peternak di tengah tingginya harga jagung di pasaran.

Menurut Yesi, harga jagung di luar SPHP terus mengalami kenaikan. Dari sekitar Rp7.000 per kilogram, naik menjadi Rp7.400, hingga mencapai Rp7.800-Rp7.900 per kilogram. Sementara jagung SPHP dapat ditebus peternak melalui Bulog dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram.

Karena itu, Yesi berharap penyaluran jagung SPHP dapat berjalan lebih lancar dan berkelanjutan agar peternak memiliki kepastian pasokan pakan.

"Ke depan kami meminta, memohon semoga penyaluran SPHP itu menjadi lebih lancar supaya kami mendapatkannya dan bisa kami berikan kepada ayam-ayam kami,” ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya