Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melanjutkan pemberian stimulus senilai sekitar Rp 31 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat hingga akhir 2026. Berbagai bantuan disiapkan, mulai dari pembukaan rekening gratis, bantuan pangan, subsidi upah, hingga diskon transportasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan stimulus tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah mempertahankan konsumsi rumah tangga sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Advertisement
"Kita melanjutkan mempertahankan konsumsi dengan tadi, stimulus yang didorong nilainya sekitar Rp 31 triliun, dan diharapkan daya beli masyarakat bisa kita tetap jaga," ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Menurut Airlangga, perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,47 persen secara tahunan dan 5,45 persen secara kumulatif sepanjang tahun berjalan.
Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara, seperti China yang tumbuh 4,5 persen, Korea Selatan 3,4 persen, Jerman 1,2 persen, dan Jepang sekitar 0,7 persen.
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai tekanan global, termasuk gejolak harga energi. Airlangga menyebut rata-rata harga pembelian energi Indonesia masih sekitar US$ 93 per barel sehingga dampaknya relatif dapat diserap APBN hingga akhir tahun.
Ada Bantuan Beras, BSU hingga Diskon Tiket Nataru
Sejumlah program menjadi bagian dari stimulus pemerintah hingga akhir tahun. Pertama, pembukaan rekening gratis dengan saldo awal Rp 50.000 bagi warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun dari kelompok desil satu hingga empat. Program ini ditargetkan menjangkau 25,16 juta penduduk dan sedang dalam tahap pematangan data serta regulasi.
"Rekening gratis masih dalam pematangan. Dalam dua bulan ini akan direalisasikan," kata Airlangga.
Kedua, bantuan pangan berupa 10 kilogram beras per keluarga setiap bulan untuk 33,24 juta keluarga penerima selama Oktober-Desember 2026. Ketiga, Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 900.000 yang dibayarkan sekaligus untuk tiga bulan kepada 13,3 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp 3,5 juta atau di bawah upah minimum provinsi.
Pemerintah juga memberikan insentif transportasi Nataru. Tiket pesawat kelas ekonomi rute domestik mendapat PPN ditanggung pemerintah 100 persen untuk 3,75 juta penumpang. Tiket kereta api kelas ekonomi komersial di Jawa dan Sumatra Utara mendapat diskon 30 persen bagi 1,04 juta penumpang.
Selain itu, tiket kapal penumpang Pelni mendapat diskon 30 persen untuk 414.000 penumpang. Pemerintah juga menggratiskan tarif jasa pelabuhan di 14 pelabuhan bagi 1,42 juta orang.
Program diskon transportasi berlaku pada periode perjalanan yang telah ditetapkan, mulai Desember 2026 hingga Januari 2027.