Liputan6.com, Bukittinggi - Cita rasa khas Minangkabau menjadi kekuatan DapurnyaAmi, usaha kuliner milik Ami Bunayya yang berlokasi di Padang Luar, Bukittinggi, Sumatera Barat. Dendeng balado dan sambal cumi menjadi produk unggulannya. Keduanya dibuat menggunakan bahan baku dari Sumatera Barat, tanpa pengawet dan MSG. Selain itu, DapurnyaAmi juga menawarkan produk bakso dan ayam ungkep.
Perjalanan usaha Ami dimulai dari bisnis katering rumahan pada 2019. Saat itu, ia melayani pesanan pelanggan dari rumah ke rumah. Seiring waktu, Ami melihat peluang untuk mengembangkan makanan yang lebih praktis, terutama setelah pelanggan mulai mencari produk beku siap saji. Peluang tersebut kemudian mendorongnya mengembangkan DapurnyaAmi pada 2020, bertepatan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat selama pandemi COVID-19.
Advertisement
“Awalnya, kami menjalankan katering rumahan dengan melayani pesanan pelanggan dari rumah ke rumah. Kemudian, ada permintaan makanan beku yang praktis dan siap disajikan. Dari situ muncul ide untuk mengembangkan produk sendiri hingga DapurnyaAmi memiliki beragam varian seperti sekarang,” ujar Ami.
Dalam menjalankan usaha, Ami juga menghadapi tantangan persaingan harga. Sejumlah pesaing menawarkan produk dengan harga lebih rendah. Namun, ia memilih mempertahankan margin usaha dan tidak mengikuti persaingan harga tersebut. Baginya, menjaga karakter dan kualitas produk menjadi pertimbangan penting agar DapurnyaAmi tetap memiliki daya saing.
DapurnyaAmi Perluas Pemasaran hingga Luar Daerah
Kini, DapurnyaAmi memasarkan produk melalui reseller, pasar ritel modern, marketplace, serta berbagai pameran dan kegiatan penjualan. Produk DapurnyaAmi telah dipasarkan ke sejumlah daerah, termasuk Riau dan Pulau Jawa, serta mulai merambah pasar nasional dan internasional. Dalam mendukung transaksi usaha, Ami juga memanfaatkan layanan BRI, terutama QRIS dan transaksi melalui rekening BRI.
Ami mengenal linkumkm by BRI melalui Rumah BUMN di Bukittinggi. Sejak bergabung, ia memanfaatkan pelatihan untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan kapasitas dalam mengelola bisnis. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekalnya untuk terus mengembangkan DapurnyaAmi.
“Bagi kami, BRI adalah rumah besar untuk menimba ilmu. Kami sangat mengandalkan pelatihan untuk menambah pengetahuan dalam menjalankan usaha. Salah satunya melalui pengalaman mengikuti Brilianpreneur pada 2022. Kami ingin terus belajar agar DapurnyaAmi bisa berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” tutur Ami.
BRI Dorong UMKM Tingkatkan Daya Saing
Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa kisah DapurnyaAmi mencerminkan potensi UMKM Indonesia untuk tumbuh melalui pemanfaatan dukungan pengembangan usaha yang tepat.
“BRI meyakini bahwa UMKM merupakan penggerak utama perekonomian nasional yang perlu terus didukung agar semakin tangguh dan berdaya saing. Melalui linkumkm by BRI, kami menghadirkan ekosistem pemberdayaan terintegrasi untuk meningkatkan kapasitas serta memperluas peluang pengembangan bisnis. Kami berharap kisah DapurnyaAmi dapat menginspirasi semakin banyak UMKM Indonesia untuk terus berinovasi, bertumbuh secara berkelanjutan, dan naik kelas,” ujar Dhanny.
Hingga 30 September 2026, linkumkm by BRI telah mencatat lebih dari 17,66 juta pengguna dan menyediakan 845 modul pembelajaran bagi pelaku UMKM. Melalui platform ini, pelaku usaha dapat mengikuti asesmen untuk mengetahui level bisnis, mengakses materi pembelajaran sesuai kebutuhan, serta memperoleh pendampingan mentor. Berbagai fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk meningkatkan kapasitas usaha dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
(*)