Kalah Murah dari Vietnam, Wisata Thailand Mulai Ditinggalkan?

Kenaikan harga tiket pesawat hingga 40% dan ketatnya persaingan dengan Vietnam mengancam pemulihan pariwisata Thailand.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 05 November 2026, 12:45 WIB
Seorang pria berlari di Pantai Pattaya di Provinsi Chonburi, Thailand. (Xinhua/Rachen Sageamsak)

Liputan6.com, Jakarta - Harga tiket pesawat yang meroket hingga 30%–40% memukul telak sektor pariwisata di Pattaya, Thailand. Presiden Federasi Pariwisata Chon Buri, Thanet Supornsahasrungsi, mengungkapkan bahwa para pelaku usaha lokal masih meraba-raba karena belum melihat adanya tanda-tanda lonjakan pemesanan menjelang high season. 

Mengutip ASEAN Coverege, Kamis (5/11/2026), Thanet menyoroti konflik Amerika Serikat dan Iran sebagai pemicu utamanya, yang membuat harga bahan bakar melonjak dan biaya operasional maskapai membengkak. Biasanya, dua sampai tiga bulan sebelum musim liburan tiba, para pemilik usaha sudah bisa memprediksi tingkat keramaian turis. Namun untuk tahun ini, ketidakpastian global membuat prospek pariwisata Pattaya benar-benar sulit ditebak.

Wisatawan asal Eropa jadi kelompok yang paling kena imbasnya. Selama ini, mereka mengandalkan maskapai penerbangan Timur Tengah dengan opsi transit yang harganya jauh lebih miring, bisa 20% hingga 30% lebih murah ketimbang terbang langsung. Begitu jalur penerbangan di kawasan tersebut dibatasi, biaya tiket otomatis melonjak dan memaksa banyak turis menunda rencana liburan mereka.

Kondisi ini makin berat karena persaingan kawasan kian ketat. Vietnam menjelma jadi rival tangguh lewat hadirnya berbagai destinasi baru dan penerbangan yang melimpah, dengan biaya perjalanan diperkirakan 20%–30% lebih murah ketimbang Thailand.

Jepang juga makin diserbu turis akibat lemahnya mata uang Yen, sementara China terus menggoda wisatawan lewat promo tiket murah dan opsi destinasi baru.

Reputasi Wisata Thailand

Suasana Pantai Pattaya di Provinsi Chonburi, Thailand. (Xinhua/Rachen Sageamsak)

 

Tak berhenti di situ, reputasi pariwisata Thailand di mata turis China ikut terseret imbauan keamanan dari Kedubes China di Bangkok per 16 Oktober lalu. Peringatan tersebut menyoroti maraknya kasus penipuan lowongan kerja, penculikan, hingga modus penipuan yang menggiring korban ke wilayah perbatasan Myanmar. 

Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand, Surasak Phancharoenworakul, menanggapi isu ini pada 20 Oktober dengan menegaskan bahwa pemerintah menjamin keamanan para wisatawan. Ia menyebut para korban kemungkinan besar sudah teperdaya sejak masih berada di negara asal mereka.

Meski begitu, Thanet mendesak pemerintah untuk tak tinggal diam dan segera memulihkan kepercayaan wisatawan global, sembari terus memoles serta mempromosikan daya tarik wisata Thailand.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya