Liputan6.com, Jakarta - Kasus dugaan penyadapan nomor telepon Presiden Prabowo Subianto melalui Lawful Interception Management System (LIMS) menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan komunikasi pribadi.
Sistem ini bekerja melalui jaringan operator sehingga pemantauan tidak harus melibatkan pemasangan perangkat lunak mata-mata di HP target.
Advertisement
Berbeda dari spyware yang menginfeksi perangkat, LIMS memungkinkan pengambilan salinan komunikasi langsung dari infrastruktur operator telekomunikasi.
Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, membagikan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko penyadapan melalui sistem ini.
“Gunakan WhatsApp, Signal, atau Telegram Secret Chat untuk komunikasi yang sensitif,” ucap Alfons, Kamis (5/11/2026).
Menurut Alfons, pengguna juga perlu menghindari SMS dan panggilan telepon biasa ketika menyampaikan informasi penting atau rahasia. Kedua layanan tersebut berpotensi diakses melalui sistem intersepsi di jaringan operator.
“Pengguna harus rutin memperbarui sistem operasi HP dan aplikasi. Pembaruan perangkat lunak membantu menutup celah keamanan yang biasa dimanfaatkan spyware untuk menginfeksi perangkat,” Alfons menegaskan.
Meski begitu, langkah-langkah ini bukan jaminan seluruh aktivitas komunikasi terbebas dari pemantauan. Enkripsi end-to-end melindungi isi pesan, tetapi tidak otomatis menyembunyikan metadata.
Simak cara menghindari penyadapan LIMS di bawah ini.
1. Gunakan Aplikasi dengan Enkripsi End-to-End
Alfons menyarankan penggunaan WhatsApp, Signal, atau Telegram Secret Chat untuk membicarakan informasi sensitif. Enkripsi end-to-end membatasi pihak di luar pengirim dan penerima agar tidak bisa membaca isi pesan yang dikirimkan.
WhatsApp dan Signal menerapkan perlindungan ini secara default. Sementara itu, Telegram hanya menyediakan enkripsi end-to-end melalui fitur Secret Chat, bukan pada percakapan biasa maupun grup.
2. Hindari SMS dan Telepon Biasa untuk Informasi Rahasia
SMS dan panggilan telepon biasa sebaiknya tidak digunakan untuk menyampaikan informasi penting atau rahasia. Menurut Alfons, komunikasi melalui kedua layanan ini bisa diakses lewat sistem intersepsi di jaringan operator.
Sebagai alternatif, pengguna dapat beralih ke aplikasi pesan yang memiliki enkripsi end-to-end untuk melindungi isi percakapan.
3. Rutin Perbarui HP dan Aplikasi
Alfons juga menyarankan pengguna selalu memperbarui sistem operasi HP dan aplikasi. Pembaruan tersebut membantu menutup celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan spyware untuk masuk ke perangkat.
Langkah ini terutama penting untuk mengurangi risiko infeksi perangkat, meskipun tidak secara langsung menghentikan penyadapan yang berlangsung di jaringan operator seperti LIMS.
Metadata Tetap Perlu Diwaspadai
Meski menerapkan langkah-langkah di atas, pengguna tetap perlu memahami risiko pengumpulan metadata. Operator bisa mengetahui waktu seseorang terhubung ke internet, lokasi berdasarkan jaringan yang digunakan, serta layanan yang diakses.
Penyedia aplikasi juga dapat memiliki informasi mengenai pihak yang diajak berkomunikasi, waktu dan frekuensi percakapan, hingga grup yang diikuti.
Alfons mengingatkan bahwa metadata dalam jangka panjang bisa menggambarkan rutinitas, lingkar pertemanan, hingga pergerakan seseorang.