Ancaman Bom Palsu Ganggu Penerbangan di Eropa

Ancaman bom palsu di Eropa memicu pemeriksaan keamanan, pengalihan penerbangan, hingga pengerahan jet tempur Italia untuk mengawal pesawat.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 04 November 2026, 08:05 WIB
Pesawat-pesawat Scandinavian Airlines (SAS) terparkir di Bandara Oslo Gardermoen akibat aksi mogok pilot di Oslo, Norwegia, Jumat (26/4/2019). (Dok. Ole Berg-Rusten/NTB Scanpix via AP, File)

Liputan6.com, Roma - Sejumlah penerbangan di Eropa menerima laporan ancaman bom pada Selasa (3/11/2026).

Maskapai yang terdampak seperti dilaporkan Associated Press meliputi LOT asal Polandia, Scandinavian Airlines (SAS), Wizz Air, dan Ryanair. Rentetan insiden ini terjadi sehari setelah sebuah pesawat tujuan Bulgaria dialihkan ke Hungaria akibat ancaman bom yang diterima ketika masih berada di udara. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Matthew Borie dari Osprey Flight Solutions, perusahaan yang memberikan konsultasi kepada maskapai terkait ancaman penerbangan, mengemukakan sejumlah kemungkinan penyebab insiden yang hingga kini belum dapat dijelaskan tersebut.

Menurutnya, satu ancaman dapat memicu tindakan serupa oleh pihak lain. Kemungkinan lainnya adalah seorang individu atau kelompok melancarkan beberapa ancaman sekaligus, atau tindakan tersebut merupakan bagian dari operasi perang hibrida yang dilakukan aktor negara maupun para pendukungnya.

Borie mengatakan ancaman semacam itu "bukan fenomena baru". Namun, rentetan kejadian ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan berbagai tanda gangguan keamanan, seperti serangan terhadap sistem pendingin supermarket, kemunculan drone di wilayah Eropa, serta pemicu misterius yang mengaktifkan aplikasi peringatan. Pada saat yang sama, pihak berwenang telah memperingatkan adanya berbagai ancaman perang hibrida.

Karena ancaman tersebut berfokus di Eropa, Borie menilai "mungkin ada kaitannya dengan Rusia".

"Namun, kita perlu mengingat bahwa perang hibrida Iran sama aktifnya di sejumlah wilayah tertentu di Eropa," ujarnya.

Meski demikian, berbagai kemungkinan tersebut masih berupa hipotesis. Belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas rentetan ancaman bom tersebut.

Borie meminta para pelancong agar tidak khawatir berlebihan. Ia menyoroti adanya mekanisme respons terkoordinasi dari otoritas nasional, termasuk pengerahan jet tempur NATO dalam situasi tertentu untuk mengawal pesawat yang menerima ancaman.

Italia: Dua Penerbangan Ryanair Terima Ancaman Bom

Sebuah penerbangan Ryanair dari Lisbon, Portugal, mendarat di Bandara Fiumicino, Roma, pada Selasa pagi setelah adanya surat elektronik yang melaporkan keberadaan bom di dalam pesawat.

Informasi tersebut disampaikan seorang pejabat Bandara Fiumicino yang mengetahui kejadian itu.

Petugas penjinak bom kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan keamanan terhadap penumpang, awak, dan bagasi. Tidak ditemukan bahan peledak dalam pemeriksaan tersebut.

Ancaman bom juga dilaporkan terhadap penerbangan Ryanair lainnya dari Dublin, Irlandia, menuju Roma. Pemeriksaan terhadap pesawat itu tidak menemukan bahan peledak.

Pejabat bandara tersebut berbicara dengan syarat identitasnya dirahasiakan karena tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keterangan kepada publik.

Sementara itu, Angkatan Udara Italia mengonfirmasi pengerahan dua jet tempur Eurofighter untuk mencegat dan mengawal sebuah pesawat menuju Roma.

Pihak militer menyatakan segera merespons setelah menerima laporan mengenai dugaan ancaman di dalam pesawat sipil yang terbang dari Dublin menuju Bandara Fiumicino.

Polandia: Penerbangan LOT Dialihkan, Landasan Pacu Sempat Ditutup

Di Polandia, penerbangan pagi maskapai LOT dari Bandara Heathrow, London, menuju Bandara Chopin, Warsawa, dialihkan ke Bandara Modlin yang berada tidak jauh dari ibu kota Polandia.

Menurut kantor berita Polandia PAP, pengalihan tersebut dilakukan setelah adanya ancaman bom. Bandara Modlin sempat ditutup sementara.

LOT menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap pesawat di Modlin tidak menemukan apa pun.

Pihak bandara kemudian mengonfirmasi bahwa operasional telah kembali normal. Namun, mereka tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bentuk ancaman yang diterima.

Pada hari yang sama, Bandara Chopin menerima informasi mengenai kemungkinan adanya barang berbahaya di dalam pesawat SAS yang datang dari Kopenhagen, Denmark, menurut laporan PAP.

Kantor komunikasi bandara mengatakan prosedur keselamatan standar segera diterapkan, termasuk penutupan salah satu landasan pacu.

"Para penumpang telah turun dari pesawat. Pesawat mendarat secara normal, bukan melakukan pendaratan darurat," kata juru bicara SAS, Alexandra Lindgren Kaoukji, kepada PAP.

Ia menambahkan bahwa kasus tersebut telah diserahkan kepada kepolisian Polandia.

Spanyol: Pesawat Ryanair dengan 121 Orang Diperiksa

Di Spanyol, pihak berwenang pada Selasa memastikan tidak ada bahan peledak di dalam pesawat Ryanair dari Manchester, Inggris, yang mendarat di Bandara Murcia, Spanyol selatan, setelah menerima ancaman bom.

Perwakilan pemerintah Spanyol di wilayah Murcia, Francisco Lucas, menyampaikan melalui platform X bahwa penumpang dan awak menjalani pemeriksaan keamanan, sementara pesawat turut diperiksa.

Menurut Lucas, terdapat 121 orang di dalam penerbangan tersebut, termasuk awak pesawat.

Bulgaria: Dua Pesawat Terima Ancaman Saat Mengudara

Otoritas Bulgaria tidak menemukan tanda-tanda keberadaan bahan peledak pada dua pesawat di Bandara Internasional Sofia yang menerima ancaman bom saat masih dalam penerbangan pada Selasa.

Menteri Transportasi Bulgaria Georgi Peev menyampaikan informasi tersebut pada hari yang sama, sebagaimana dilaporkan kantor berita negara BTA.

Kedua pesawat masing-masing berangkat dari Bergamo, Italia, dan Dublin, Irlandia.

Setelah mendarat di Sofia, petugas dari Unit Khusus Antiterorisme memeriksa kedua pesawat tersebut. Tidak satu pun penerbangan harus dialihkan akibat ancaman bom yang diterima.

Peev menjelaskan bahwa informasi awal mengenai salah satu ancaman berasal dari laporan pilot.

"Pilot menerima informasi melalui salurannya sendiri, yakni dari maskapai, bahwa ancaman tersebut memang ada," kata Peev.

Ia menambahkan bahwa pengatur lalu lintas udara Bulgaria kemudian menjalankan prosedur penanganan ancaman sehingga pesawat dapat mendarat dengan selamat di Sofia.

Hungaria: Jet Tempur Gripen Kawal Pesawat Wizz Air

Rentetan ancaman pada Selasa terjadi sehari setelah penerbangan Wizz Air dari Bandara Luton, dekat London, terpaksa dialihkan ke Hungaria.

Pesawat yang berangkat menuju Bulgaria itu menerima ancaman bom ketika masih berada di udara.

Menteri Pertahanan Hungaria Romulusz Ruszin-Szendi menyampaikan melalui Facebook pada Senin (2/11) bahwa sebuah jet tempur Gripen milik Angkatan Udara Hungaria dikerahkan untuk mencegat penerbangan Wizz Air tersebut.

Jet tempur itu kemudian mengawal pesawat hingga mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Liszt Ferenc, Budapest.

Wizz Air mengatakan kepada kantor berita negara Hungaria MTI bahwa pihak berwenang tidak menemukan ancaman di dalam pesawat setelah melakukan pemeriksaan terhadap pesawat dan para penumpangnya.

Pada Selasa, pejabat sementara Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Bulgaria, Lyubomir Nikolov, mengatakan kepada wartawan bahwa pihak berwenang masih berupaya mengidentifikasi pengirim ancaman tersebut.

Sebulan sebelumnya, sebuah penerbangan dari Tel Aviv, Israel, menuju Wina, Austria, melakukan pendaratan darurat di Bulgaria menyusul ancaman bom.

Kapal Pesiar Crown Iris Terima Ancaman Serupa

Di Yunani, pihak berwenang tengah menyelidiki ancaman bom terhadap kapal pesiar Crown Iris yang berbendera Panama dan dioperasikan perusahaan Israel. Kapal tersebut berada di pelabuhan Pulau Syros, Laut Aegea.

Penjaga pantai Yunani mengatakan pemeriksaan awal pada Selasa tidak menemukan benda mencurigakan di kapal tersebut.

Pemeriksaan dilakukan petugas penjaga pantai dengan bantuan anjing pelacak dan seorang penyelam. Sementara itu, unit penyelam khusus sedang dalam perjalanan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapal pesiar tersebut dijadwalkan berlayar menuju Haifa, Israel, dengan membawa 940 penumpang dan 597 awak.

Menurut penjaga pantai, proses evakuasi kapal sedang berlangsung sebagai langkah pencegahan.

Kehadiran Crown Iris di sejumlah pelabuhan Yunani sebelumnya pernah memicu demonstrasi, terutama dari kelompok aktivis yang menentang perang di Gaza.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya