Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengoperasikan kapal penyeberangan perintis KMP Hafamati HF. Kapal ini diharapkan mempermudah mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi antarpulau.
Kapal dijadwalkan mulai melayani masyarakat mulai Rabu (4/11/2026). Layanannya mencakup lintasan Pulau Tello–Lasondre–Saeru dengan total jarak sekitar 30 mil laut.
Advertisement
Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia menyambut positif pengoperasian KMP Hafamati. Menurutnya, keberadaan KMP Hafamati HF menjadi bagian dari upaya memperluas akses transportasi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.
“Kami mengapresiasi sinergi ASDP dan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan. Kehadiran kapal ini sangat berarti untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan antarpulau,” ujarnya, Senin (3/11/2026).
Kehadiran layanan penyeberangan ini diharapkan membantu masyarakat menjangkau fasilitas pendidikan dan kesehatan, memperoleh kebutuhan pokok, serta menjalankan kegiatan ekonomi dengan lebih mudah.
Konektivitas Daerah 3T
General Manager ASDP Cabang Danau Toba, Ellenor Piri, mengatakan pengoperasian KMP Hafamati HF merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat konektivitas di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Bagi masyarakat kepulauan, konektivitas merupakan kebutuhan mendasar. Kami berharap KMP Hafamati HF menjadi penghubung antarpulau, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik. Pengoperasiannya tetap mengedepankan prinsip 3S, yaitu Safety, Security, dan Service,” ungkap Ellenor.
KMP Hafamati HF merupakan kapal tipe Ro-Ro Passenger Boat dengan bobot 60 Gross Tonnage (GT). Kapal ini memiliki kapasitas angkut 40 penumpang dan 10 sepeda motor, serta kecepatan dinas hingga 10 knot.
Kapal tersebut dinakhodai Capt. Krisno Samosir. Dengan kapasitas yang tersedia, layanan penyeberangan diharapkan dapat mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat sekaligus membantu mobilitas kendaraan roda dua antarpulau.
Kepala Dinas Perhubungan Nias Selatan Damai Omega Telaumbanua mengatakan pemerintah daerah akan mendukung keberlanjutan operasional kapal melalui koordinasi dengan ASDP dan para pemangku kepentingan.
“Kami berharap layanan ini dapat berjalan konsisten dan memberikan kepastian transportasi bagi masyarakat di pulau-pulau yang selama ini memiliki keterbatasan akses,” katanya.
Operasional Bertahap
ASDP telah menyiapkan rencana operasional KMP Hafamati HF secara bertahap. Pada 2026, layanan kapal perintis ini direncanakan beroperasi selama lima hari dalam periode 14 hari.
Setiap hari pelayanan dijadwalkan menjalankan empat perjalanan, yakni Pulau Tello–Lasondre, Lasondre–Saeru, Saeru–Lasondre, dan Lasondre–Pulau Tello.
Sementara itu, pada 2027, layanan keperintisan tersebut direncanakan berlangsung selama 365 hari. ASDP menetapkan target sebanyak 289 trip pada masing-masing lintasan.
Rencana operasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan transportasi laut bagi masyarakat di wilayah Nias Selatan. Kehadiran kapal perintis diharapkan memberikan kepastian perjalanan, terutama bagi warga yang membutuhkan akses antarpulau untuk keperluan sehari-hari.
Melalui KMP Hafamati HF, ASDP dan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan berharap konektivitas laut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain menghubungkan Pulau Tello, Lasondre, dan Saeru, layanan ini diharapkan membuka akses terhadap berbagai peluang ekonomi dan pelayanan publik.