Pemulihan Tambang Freeport Grasberg Capai 67 Persen

Pemulihan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave milik Freeport mencapai 67 persen. Produksi tembaga dan emas kuartal III 2026 juga terungkap.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 03 November 2026, 20:20 WIB
PT Freeport Indonesia terus melakukan penanaman kembali (revegetasi) sebagai bagian dari proses reklamasi di kawasan tambang terbuka Grasberg yang telah ditutup sejak 2020. Foto: Nurmayanti/Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat progres pemulihan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) telah mencapai 67 persen. Capaian tersebut sesuai dengan target perusahaan untuk pemulihan tambang pada semester II 2026 setelah insiden longsor pada September 2025.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan proses pemulihan tambang berjalan sesuai rencana. Perusahaan juga mencatat produksi tembaga dan emas pada kuartal III 2026 sesuai dengan proyeksi.

“Pemulihan tambang berjalan sesuai dengan rencana semuanya. Kira-kira 67 persen, jadi sesuai target,” ucap Tony dikutip dari Antara, Selasa (3/11/2026).

Tony merinci produksi Freeport pada kuartal III 2026 mencapai 249 juta pound tembaga dan 219 ribu ounces emas.

“Produksi sesuai dengan rencana. Ya, ada 1 persen deviasi,” ujar Tony.

Meski demikian, Tony mengakui kapasitas produksi tambang masih jauh di bawah kondisi normal. Namun, perkembangan pemulihan yang berlangsung saat ini masih sejalan dengan perkiraan perusahaan.

“Kalau dari kapasitas normal, ya, penurunannya drastis, tetapi sesuai dengan forecast kami,” ucap dia.

 

Target Pemulihan Tambang Freeport hingga 2027

Sebelumnya, Tony menjelaskan kapasitas produksi tambang GBC pada semester I 2026 berada di kisaran 50 persen dari kapasitas normal setelah insiden longsor. Perusahaan kemudian memperkirakan kapasitas produksi meningkat menjadi 65 persen pada semester II 2026.

Freeport menargetkan kapasitas produksi tambang tersebut kembali meningkat hingga 75 persen pada semester I 2027. Selanjutnya, perusahaan membidik pemulihan kapasitas produksi secara penuh atau 100 persen sepanjang semester II 2027.

“Dan (kapasitas produksi) 100 persennya akan dimulai di satu hari setelah akhir tahun,” ujar Tony.

Pemulihan tambang GBC menjadi salah satu tahapan penting bagi Freeport untuk mengembalikan kapasitas produksi setelah insiden longsor yang terjadi pada 8 September 2025.

Dampak gangguan pasokan konsentrat juga dirasakan oleh fasilitas pengolahan Freeport di dalam negeri. Pada awal Agustus 2026, Tony menyampaikan smelter katoda tembaga di kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur, mulai kembali menerima pasokan konsentrat tembaga dari tambang di Papua.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya