20 Pebisnis Perempuan Berpengaruh di Asia Versi Forbes 2026, Ada dari Indonesia?

Forbes merilis daftar 20 pebisnis perempuan Asia versi 2026. Berikut adalah daftar lengkapnya.

oleh Cahya Alena FauzaDiterbitkan 03 November 2026, 19:40 WIB
Forbes merilis daftar 20 pebisnis wanita Asia versi 2026. Berikut adalah daftar lengkapnya. (Photo by Road Ahead on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Edisi 2026 daftar pebisnis perempuan Asia versi Forbes menyoroti para tokoh berprestasi yang gigih dan penuh semangat, yang turut berperan dalam membentuk transformasi ekonomi Asia di tengah masa ketidakpastian global.

Jajarannya termasuk entrepreneur, eksekutif profesional, hingga pewaris yang ambisius yang menyuntikkan tujuan dan visi baru ke dalam perusahaan keluarga yang telah mapan. Datang dari berbagai negara dan wilayah, pelopor ini bergabung dengan jajaran pemimpin perempuan yang terus bertambah, yang telah dipantau oleh Forbes Asia sejak tahun 2012.

Berikut adalah daftar lengkap 20 pebisnis Wanita Asia 2026, dilansir dari Forbes, Selasa (3/11/2026):

1. Ana Maria Aboitiz Delgado (46)

Jabatan: Presiden dan CEO Union Bank of the Philippines

Negara: Filipina

Ana Maria Aboitiz Delgado mengambil alih Union Bank of the Philippines pada Januari 2025, setelah bank yang dikontrol oleh perusahaan induk milik keluarganya ini, Aboitiz Equity Ventures, menyelesaikan integrasi bisnis perbankan ritel Citibank di Filipina, yang dibeli pada tahun 2022 seharga US$ 1,3 miliar, atau Rp 23,6 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.156) pada saat itu.

Keluarganya masuk ke nomor 11 dalam daftar 50 orang terkaya di Filipina pada Agustus dengan kekayaan US$ 2,2 miliar (Rp 39,9 triliun). Union Bank adalah bank terbesar nomor sembilan di Filipina, dengan 19,5 juta nasabah dan US$ 18,9 miliar (Rp 343,1 triliun) aset, menurut data bank sentral.

Urutan 2-3

Forbes merilis daftar 20 pebisnis wanita Asia versi 2026. Berikut adalah daftar lengkapnya. (Unsplash/Aniyora J)

2. Ananya Birla (32)

Jabatan: Ketua Svatantra Microfin

Negara: India

Ananya Birla, anak sulung dari miliarder komoditas India, Kumar Birla, telah meluncurkan berbagai bisnis dalam beberapa tahun belakangan, tapi suksesnya terletak di Svatantra Microfin, lembaga keuangan mikro terbesar kedua di India dengan aset yang dikelola sebesar US$ 2,25 miliar (Rp 40,8 triliun) hingga 31 Maret.

Svatantra Microfin memiliki 4,3 juta nasabah, yang sebagian besarnya adalah wanita di area terpencil, dan hampir 2.300 jaringan cabang. Kini, Birla berencana untuk melepas saham perusahaan tersebut melalui penawaran umum perdana (IPO) yang diperkirakan bernilai 30 miliar rupee, atau Rp 5,7 triliun (asumsi kurs rupee India terhadap rupiah di kisaran 192) guna membiayai ekspansi.

3. Lanny Budiati (59)

Jabatan: Presiden Direktur BCA Digital

Negara: Indonesia

Seiring dengan rebranding ke BCA Digital, BCA menugaskan Lanny Budiati sebagai presiden direktur untuk mengubah bank komersial tersebut menjadi bank daring. Dalam kepemimpinannya, BCA Digital meluncurkan platform mobile banking blu pada 2021, dan meraup untung dua tahun lalu. Sejak saat itu, laba bersihnya sudah naik empat kali lipat ke Rp 213,4 miliar pada 2025. Sementara, pinjaman melonjak 85% ke Rp 8,6 triliun, dan deposit naik 59% ke Rp 14,3 triliun.

Lanny Budiati pernah menepati berbagai jabatan, termasuk kepala regional di Jawa Barat, sebelum menempati jabatannya yang sekarang. Saat mengungkapkan niatnya untuk terus melangkah maju, ia mengatakan melalui email bahwa, “BCA Digital akan tetap berada di jalur pertumbuhan yang berfokus pada profitabilitas berkelanjutan.”

Urutan 4-5

Forbes merilis daftar 20 pebisnis wanita Asia versi 2026. Berikut adalah daftar lengkapnya. (unsplash)

4. Jessica Chang (65)

Jabatan: Pendiri dan ketua JPC Connectivity

Negara: Taiwan

Selama lebih dari tiga dekade, Jessica Chang membangun JPC Connectivity menjadi pemasok komponen penting dengan permintaan tinggi yang dibutuhkan untuk data center AI. Tadinya dinamai Jess-Link Products, perusahaan ini mendesain dan membuat produk jaringan seperti kabel fiber-optik dan transceiver optik yang digunakan untuk memastikan transmisi data berkecepatan tinggi dan tanpa hambatan. Perusahaan yang bermarkas di Taipei ini, yang bersaing dengan Foxconn Interconnect Technology, memiliki Nvidia dan perusahaan hyperscaler seperti Amazon dan Microsoft sebagai kliennya.

5. Vivian Cheung (63)

Jabatan: CEO Airport Authority Hong Kong

Negara: Hong Kong

Sebagai CEO wanita pertama Airport Authority Hong Kong, Vivian Cheung memiliki tanggung jawab atas Hong Kong International Airport, yang merupakan bandara tersibuk kedelapan berdasarkan arus penumpang internasional. Pada 2025, mereka menerbangkan 61 juta penumpang, naik 15% dari tahun sebelumnya.

Dibandingkan dengan asosiasi industri Airports Council International, bandara tersebut menduduki peringkat pertama dunia untuk kargo udara dengan volume 5,6 juta metrik ton. Pendapatan melonjak 11% menjadi US$ 2,3 miliar (Rp 41,7 triliun) pada tahun yang berakhir pada 31 Maret. Terminal penumpang kedua diresmikan pada bulan Mei, sehingga kapasitas tahunan total meningkat dari 70 juta menjadi 100 juta penumpang.

Daftar Selanjutnya: Urutan 6-20

Forbes merilis daftar 20 pebisnis wanita Asia versi 2026. Berikut adalah daftar lengkapnya. (AP/Sakchai Lalit)

6. Naruechon Dhumrongpiyawut (43)

Jabatan: CEO Gunkul Engineering

Negara: Thailand

7. Kim Kyung-ah (58)

Jabatan: Presiden dan CEO Samsung Bioepis

Negara: Korea Selatan

8. Arathi Krishna (58)

Jabatan: Managing director Sundram Fasteners

Negara: India

9. Mira Kulkarni (70)

Jabatan: Pendiri dan managing director Forest Essentials

Negara: India

10. Lee Sun-jung (49)

Jabatan: CEO CJ Olive Young

Negara: Korea Selatan

11. Malina Ngai (57)

Jabatan: Group CEO AS Watson

Negara: Hong Kong

12. Peng Li (48)

Jabatan: Pendiri dan chief technology officer MetaX Integrated Circuits

Negara: China

13. Yuko Seimei (49)

Jabatan: Presiden dan CEO Monex Group

Negara: Jepang

14. Nerine Tan Sheik Ping (49)

Jabatan: CEO Berjaya

Negara: Malaysia

15. Thapanee Techajareonvikul (50)

Jabatan: CEO dan Presiden Berli Jucker

Negara: Thailand

16. Audrey Tsai

Jabatan: CEO ITEQ

Negara: Taiwan

17. Kathy Vincent

Jabatan: CEO Australian Retirement Trust

Negara: Australia

18. Wang Xin (53)

Jabatan: Pendiri, ketua, dan general manager Guangdong Dtech Technology

Negara: China

19. Wong Sze Keed (57)

Jabatan: CEO AIA Singapore

Negara: Singapura

20. Kaga Yanagisawa (59)

Jabatan: Presiden and CEO Nomura Research Institute

Negara: Jepang

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya