Papua Tengah Usulkan Dua Lokasi Sekolah Rakyat, Mensos Gus Ipul: Wilayah 3T Jadi Prioritas

Gubernur Papua Tengah mengusulkan dua lokasi Sekolah Rakyat permanen di Nabire. Kemensos menyebut wilayah 3T menjadi prioritas pembangunan.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 03 November 2026, 16:50 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat menerima audiensi Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Senin (2/11/2026). (Sumber: Kemensos)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pemerintah memprioritaskan pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.

“Untuk Pak Gubernur, kita harus bantu, yang bisa sesuai tugas kami, ini program strategis Bapak Presiden, daerah 3T itu kita prioritaskan,” kata Gus Ipul saat menerima audiensi Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Senin (2/11/2026). Dalam pertemuan itu, keduanya membahas usulan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Papua Tengah.

Pemerintah menargetkan pembangunan minimal satu gedung Sekolah Rakyat permanen di setiap kabupaten/kota. Setiap sekolah diproyeksikan dapat menampung sekitar 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kebijakan ini diharapkan memperluas kesempatan anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh pendidikan.

“Kalau (milik) provinsi yang sekolah di situ, dari berbagai kabupaten/kota bisa diambil. Tapi kalau yang milik kabupaten, hanya untuk warga kabupaten setempat,” jelasnya.

Kemensos Dukung Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat menerima audiensi Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, di Kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Senin (2/11/2026). (Sumber: Kemensos)

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, mengusulkan dua lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Nabire. Kedua lokasi tersebut masing-masing berada di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan lahan milik Pemerintah Kabupaten Nabire.

“Jadi di Nabire itu dua (titik) Pak. Bupati Nabire siapkan 10 hektare, sementara provinsi siapkan 9 hektare,” kata Meki.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Nabire memiliki peran penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Selain itu, Meki juga menyampaikan apresiasi kepada Kemensos atas penyelenggaraan program Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Menanggapi usulan tersebut, Gus Ipul mendukung langkah Gubernur Papua Tengah untuk melengkapi persyaratan dan segera mengajukan lahan. Dengan begitu, rencana pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Nabire dapat diproses lebih lanjut.

“Kirim surat, diajukan, syaratnya dipenuhi. Nanti yang pertama itu tingkat kemiringannya harus clear, yang kedua dukungan air bersihnya siap, listriknya siap, jalan ke arah situ siap. Pokoknya syarat-syaratnya ada nanti dari Kementerian PU. Kita kawal, kita dampingi ini,” tutur Gus Ipul.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya