COO Danantara Janji Bangun Lapangan Mini Soccer di Huntara Senen

COO Danantara Dony Oskaria memastikan fasilitas Hunian Sementara (Huntara) Senen akan ditambah, mulai dari ruang keluarga hingga lapangan mini soccer.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 03 November 2026, 14:30 WIB
Suasana lingkungan Hunian Sementara (Huntara) di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (8/9/2026). Dari 324 unit yang tersedia, sebanyak 69 unit telah dihuni warga eks bantaran rel Pasar Gaplok, Senen. (KLY/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan fasilitas di Hunian Sementara (Huntara) Senen akan ditambah. Fasilitas olahraga hingga ruang berkumpul keluarga siap melengkapi fasilitas publik yang sudah ada.

Dony menyampaikan rencana penambahan fasilitas tersebut usai mengecek langsung aktivitas warga di Huntara Senen. Saat ini, kawasan yang dihuni oleh warga bekas bantaran rel kawasan Senen tersebut telah dilengkapi ruang bermain anak dan masjid di bagian depan.

"Nanti kita akan pikirkan. Sekarang sudah ada masjid dan ruang fasilitas berkumpul untuk keluarga. Kita sedang siapkan lagi ruang olahraga," kata Dony saat meninjau Huntara Senen, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Ia menjelaskan, penyediaan ruang olahraga tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang disanggupi oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin.

"Dari Pak Bobby dan permintaan Pak Seskab itu rencananya ada lapangan mini soccer kecil buat anak-anak bermain dan beraktivitas. Ini kan penting," ujarnya.

Kehadiran ruang bermain, ruang warga, hingga fasilitas olahraga dinilainya mampu mendukung tumbuh kembang anak-anak di lingkungan yang aman dan nyaman.

"Ini penting buat anak-anak kita agar mereka bisa bersosialisasi secara sehat di lingkungan yang kondusif. Harapannya tentu mereka tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan kuat," tambah Dony.

 

Warga Huntara Senen Disebut Makin Sejahtera

Seorang ibu memandikan anaknya di lingkungan Hunian Sementara (Huntara) di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (8/9/2026). Warga mulai menempati hunian tersebut sejak akhir Juni 2026 setelah sebelumnya tinggal di sekitar bantaran rel kawasan Senen. (KLY/Budy Santoso)

Dalam kunjungannya ke Huntara Senen di kawasan Jakarta Pusat, Dony meninjau secara langsung kondisi masyarakat yang empat bulan lalu masih bermukim di bantaran rel kawasan Senen. Ruang-ruang interaksi warga tampak hidup saat Dony menyambangi lokasi tersebut.

"Kita memindahkan saudara-saudara kita yang tadinya tinggal di bantaran rel, di mana sebagian besar bekerja sebagai pemulung. Teman-teman bisa lihat bagaimana kehidupan mereka sekarang, mereka sangat bahagia," ungkap Dony.

Fokus Akses Pendidikan Lewat Sekolah Rakyat

Selama kurang lebih 30 menit berkeliling, Dony menyapa warga dan anak-anak ditemani oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan sejumlah aspirasi, terutama terkait kendala pendidikan anak-anak mereka.

Beberapa warga mengeluhkan jarak sekolah yang cukup jauh, sementara yang lain belum mendapat akses sekolah karena proses pemindahan yang dinilai tidak mudah.

"Akses pendidikan itu harus dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Dengan adanya Sekolah Rakyat, nanti sebagian besar anak-anak di sini akan masuk ke Sekolah Rakyat," tegas Dony.

 

Solusi Kendala Administrasi KTP

Total ada 324 unit yang dibangun di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat. Tampak dalam foto, aktivitas pekerja menyelesaikan Hunian Sementara (Huntara) di kawasan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026). (Kapanlagi.com/Budy Santoso)

Mengenai keluhan domisili Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang menjadi hambatan pendaftaran sekolah, Kepala Badan Pengaturan BUMN tersebut menegaskan pihak koordinator wilayah dan penanggung jawab dari KAI akan membantu penyelesaiannya.

"Ada hambatan karena alamat KTP mereka masih di kampung sehingga sulit mendaftar. Nanti kita bantu urus. Tujuannya agar seluruh anak-anak kita mendapatkan akses pendidikan yang baik tanpa terkendala sistem zonasi," jelasnya.

Ia pun menyimpulkan bahwa setelah empat bulan ditempati, penataan kawasan Huntara Senen berjalan dengan sangat baik dan bersih.

"Hari ini kita memastikan bahwa setelah empat bulan ditempati, kehidupan mereka semakin baik dan kawasannya ditata dengan rapi serta bersih. Ada masjid dan fasilitas umum. Hal seperti inilah yang akan terus kita lakukan ke depannya," pungkas Dony.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya