Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan duka cita atas insiden hilangnya lima jurnalis saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda pada 7 September 2026.
Hal tersebut disampaikan Suyudi dalam acara syukuran Hari Ulang Tahun ke-75 Divisi Humas Polri di Aula Bareskrim Polri, Selasa (3/11/2026).
Advertisement
"Meskipun saat ini berada dalam suasana syukur, kita tidak dapat melupakan musibah yang menimpa saudara-saudara kita, rombongan Kapal Arupadhatu 1 di perairan Selat Sunda pada 7 September lalu, ketika rekan-rekan jurnalis tengah meliput erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Suyudi, Selasa (3/11/2026).
Suyudi menyebut, peristiwa tersebut menjadi duka mendalam atas kepergian lima insan pers yang telah berjuang dan bekerja dengan tulus untuk menghasilkan karya jurnalistik terbaik. Namun, Tuhan Yang Maha Kuasa berkehendak lain.
"Kita yang ada di ruangan ini, dengan keikhlasan, saya mohon kita sama-sama mendoakan untuk saudara-saudara kita, lima para insan pers, para jurnalis yang luar biasa," ungkapnya.
Dia menegaskan, pengabdian para jurnalis tersebut menjadi pengingat bahwa setiap informasi yang sampai kepada publik tidak terlepas dari dedikasi, kerja keras, dan pengorbanan besar insan pers.
Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Polri, Suyudi juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga dan rekan sejawat para korban.
"Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan yang terbaik bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga," tuturnya.