Liputan6.com, Jakarta - PT Samindo Resources Tbk (MYOH) membukukan laba bersih (net profit) Perseroan pada kuartal III 2026 melesat 53% mencapai US$ 17,47 juta dibandingkan US$ 11,42 juta pada periode yang sama tahun lalu. Raihan ini sekaligus melampaui target laba rencana kerja sebesar US$ 14,89 juta (17% di atas target).
Fundamental neraca Perseroan juga semakin kokoh dengan posisi kas dan deposito berjangka yang meningkat menjadi US$ 101,68 juta, diiringi penurunan total liabilitas sebesar 12% menjadi US$ 38,94 juta.
Advertisement
Corporate Secretary Perseroan, Ahmad Zaki Natsir, menyampaikan, lonjakan laba bersih sebesar 53% hingga Kuartal III 2026 mencerminkan disiplin eksekusi yang kuat dari seluruh tim dalam mengoptimalkan kesiapan alat berat, memaksimalkan cuaca kerja yang kondusif, serta menjaga efisiensi biaya operasional di lapangan.
"Dengan beroperasinya tambahan unit heavy dump truck baru serta adanya tambahan volume kontrak kerja sebesar 1 juta bcm untuk overburden dan 1 juta ton untuk batubara dari klien utama, kami sangat optimistis tren pertumbuhan positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026," ujar dia di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Performa operasional di lapangan berdampak langsung pada pertumbuhan top-line dan bottom-line Perseroan. Sepanjang kuartal III 2026, Samindo Resources membukukan pendapatan konsolidasi sebesar US$ 133,05 juta, meningkat 9% dibandingkan US$ 122,20 juta pada 9 bulan tahun ini serta melampaui target rencana kerja.
Kontributor utama kenaikan pendapatan berasal dari segmen overburden removal & coal getting yang melesat 22% menjadi US$ 79,98 juta (dari US$ 65,56 juta di kuartal III 2025), disusul segmen coal hauling yang tumbuh menjadi US$ 32,86 juta, serta jasa pengeboran, eksplorasi dan lainnya yang meningkat 15% menjadi US$ 1,68 juta.
Efisiensi jarak angkut dan pengendalian biaya perawatan armada pada segmen coal hauling, serta turunnya beban segmen sewa kendaraan, membuat beban pokok pendapatan berhasil ditekan turun 2% menjadi US$ 98,60 juta dari US$ 100,57 juta pada 9 bulan 2025.
Fundamental neraca Perseroan juga semakin kokoh dengan posisi kas dan deposito berjangka yang meningkat menjadi US$101,68 juta, diiringi penurunan total liabilitas sebesar 12% menjadi US$38,94 juta.
Kinerja Lain
Perolehan kinerja selama 9 bulan, ditopang oleh pertumbuhan produktivitas pada seluruh lini jasa pertambangan utama Perseroan—mulai dari pemindahan batuan penutup (overburden removal), produksi batubara (coal getting), hingga pengangkutan batubara (coal hauling)—yang secara konsisten melampaui target rencana kerja (business plan) tahun berjalan.
Hingga September 2026, realisasi overburden (OB) removal Perseroan mencapai 28,32 juta bank cubic meter (bcm), melonjak 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 23,04 juta bcm sekaligus melampaui target rencana kerja sebesar 25,59 juta bcm (11% di atas target).
Sejalan dengan OB removal, volume coal getting tumbuh 11% menjadi 4,20 juta ton dibandingkan 3,76 juta ton pada 9M 2025, serta melampaui target rencana kerja sebesar 3,73 juta ton (13% di atas target).
Tren positif ini turut diikuti segmen coal hauling yang mencatatkan volume angkut sebesar 18,24 juta ton, tumbuh dari realisasi 17,71 juta ton pada periode tahun sebelumnya sekaligus melampaui target rencana kerja.
Capaian operasional di atas target ini didukung oleh kondisi cuaca tambang yang lebih kondusif dengan jam hujan yang lebih rendah, optimalisasi jarak angkut (hauling distance) di pit tambang yang lebih pendek, peningkatan ketersediaan armada alat berat (truck availability), serta keberhasilan mempertahankan zero fatality.