Liputan6.com, Jakarta - Empat truk pengangkut pasir terjebak banjir lahar hujan yang menerjang aliran Sungai Besuk Kobokan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (31/10/2026) malam itu dipicu hujan berintensitas tinggi di kawasan Gunung Semeru.
Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, aktivitas banjir lahar mulai terekam seismograf sekitar pukul 22.00 WIB. Amplitudo maksimal tercatat mencapai 50 milimeter atau over skala, yang menunjukkan besarnya aliran air dan material vulkanik.
Advertisement
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menjelaskan hujan yang mengguyur kawasan puncak sejak Jumat sore menjadi pemicu terjadinya banjir lahar.
"Memang hujan mulai sore dan memicu banjir lahar," ujar Isnugroho, Minggu (1/11/2026).
Saat kejadian, amplitudo banjir lahar terus bertahan di atas 35 milimeter. Sistem peringatan dini berupa sirine yang terpasang di sekitar aliran sungai telah dibunyikan untuk meminta warga segera melakukan evakuasi.
Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan oleh para pengemudi truk yang masih beraktivitas di bawah Jembatan Besuk Kobokan. Akibatnya, keempat kendaraan itu terjebak di tengah derasnya aliran lahar.
"Ada empat unit truk. Kami sudah bunyikan sirine, tapi tidak diindahkan sampai akhirnya mereka terjebak," tegas Isnugroho.
Beruntung, seluruh pengemudi beserta kendaraan mereka berhasil dievakuasi oleh tim gabungan. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
"Aman, tidak ada korban. Truk dan orangnya selamat semua," paparnya.
Menyikapi kejadian itu, BPBD Kabupaten Lumajang mengingatkan masyarakat, khususnya penambang tradisional dan warga yang beraktivitas di sekitar aliran lahar Semeru, agar meningkatkan kewaspadaan. Potensi banjir lahar susulan masih perlu diantisipasi mengingat kawasan tersebut tengah memasuki periode musim hujan.
Isnugroho meminta masyarakat mematuhi arahan petugas dan segera menjauh dari aliran sungai apabila sirine peringatan berbunyi.
"Patuhi imbauan petugas. Jika sirine peringatan sudah berbunyi, segera menjauh dari aliran sungai dan amankan diri ke tempat yang lebih tinggi," pungkas Isnugroho.